Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Jurnalis: Adiybah Fawziyyah
Editor: Mustopa

1 Jan 2026 06:00

Thumbnail Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah
Ilustrasi Kembang Api. (Foto: Pexels)

KETIK, SURABAYA – Di balik gemerlap warna-warni dan gemuruh meriah kembang api yang menghiasi langit malam, tersimpan sejarah panjang serta makna lintas budaya dari berbagai negara.

Setiap pergantian tahun hampir selalu diiringi hitung mundur, letupan petasan, dan harapan manusia akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Namun, bagaimana awalnya kembang api bisa menjadi tradisi global saat malam pergantian tahun?

Dilansir dari American Pyrotechnics Association dan Science Education Center, sejarah kembang api bermula di Liuyang, Tiongkok, sekitar tahun 200 SM.

Baca Juga:
Italia Gagal Lagi-Gagal Lagi! Bosnia Cetak Sejarah, Dramatis Lolos Piala Dunia 2026

Pada masa itu, masyarakat menemukan bahwa batang bambu yang dibakar dapat meledak keras karena udara di dalamnya memanas. Ledakan alami ini kemudian dipercaya mampu mengusir roh jahat.

Perkembangan besar terjadi sekitar tahun 800 M ketika para alkemis Tiongkok secara tidak sengaja menciptakan bubuk mesiu dari campuran belerang, arang, dan kalium nitrat. Bubuk ini dimasukkan ke dalam tabung bambu atau kertas, melahirkan kembang api buatan manusia pertama.

Pada abad ke-13, Tiongkok mulai memanfaatkan bubuk mesiu untuk senjata roket. Pengetahuan ini kemudian menyebar ke dunia Arab dan Eropa melalui diplomat, misionaris, serta jalur perdagangan. Penjelajah seperti Marco Polo dan pedagang Arab turut membawa rahasia mesiu ke Italia.

Di Italia, kembang api mengalami transformasi besar. Bangsa Italia mengubahnya dari alat perang menjadi pertunjukan seni. Mereka menjadi pihak pertama yang memproduksi kembang api secara luas untuk menghibur para raja dalam perayaan militer dan keagamaan.

Baca Juga:
Pedro Acosta Jujur Soal KTM: Membaik, Tapi Masih Tertinggal dari Ducati dan Aprilia

Pada masa awal, kembang api masih sangat berbahaya dan hanya memiliki satu warna dominan, yaitu jingga keemasan.

Terobosan penting terjadi pada 1830-an ketika para inovator Italia menemukan cara menambahkan elemen logam ke dalam bubuk mesiu untuk menghasilkan warna yang beragam.

Stronsium menghasilkan warna merah, barium menciptakan hijau, tembaga memunculkan biru, dan natrium menghasilkan kuning. Inovasi inilah yang melahirkan kembang api warna-warni seperti yang dikenal saat ini.

Sementara itu, di Amerika Serikat, kembang api menjadi tradisi resmi sejak tahun 1777. John Adams mengusulkan perayaan kemerdekaan dengan “pomp, parade, dan iluminasi,” menjadikan kembang api simbol perayaan nasional yang kemudian menyebar ke berbagai momen besar, termasuk tahun baru.

Kembang api akhirnya menjadi ritual wajib malam pergantian tahun karena kepercayaan kuno bahwa suara keras dapat mengusir roh jahat.

Dalam masyarakat modern, makna ini bergeser menjadi simbol untuk “mengusir” kesialan dan kegagalan di tahun lama. Cahaya terang yang meledak di tengah kegelapan malam melambangkan optimisme dan awal yang cerah.

Seiring kemajuan teknologi piroteknik yang semakin aman dan spektakuler, kota-kota besar dunia seperti Sydney, London, dan New York mulai berlomba menyajikan pertunjukan kembang api megah sebagai penanda detik-detik pergantian tahun.

Pada akhirnya, kembang api menjadi bahasa universal perayaan. Tiongkok menemukan bahan ledaknya, Italia memberi warna dan sentuhan seni, sementara Amerika Serikat menjadikannya tradisi perayaan modern yang mendunia. Lebih dari sekadar hiburan, kembang api menjadi pemersatu masyarakat dalam merayakan transisi waktu dan harapan baru.(*)

Baca Sebelumnya

Anggota DPRD Jateng Desak Penegak Hukum Tegas Kasus Kekerasan Seksual Anak di Pemalang

Baca Selanjutnya

KFC di Jepang Jadi Menu Wajib saat Natal, Kok Bisa? Ternyata Ini Sejarahnya!

Tags:

Tahun baru sejarah kembang api Amerika Tiongkok Italia Evolusi Perkembangan

Berita lainnya oleh Adiybah Fawziyyah

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

2 Februari 2026 07:34

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

1 Januari 2026 13:01

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah

1 Januari 2026 06:00

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

31 Desember 2025 11:01

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

31 Desember 2025 07:01

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar