KETIK, MALANG – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar berdampak signifikan terhadap penjualan barang elektronik di Malang. Imbas naiknya harga Dollar, barang elektronik juga mengalami kenaikan harga.
Seperti yang terlihat di Toko Pao Elektronik di Jalan Raya Singosari Kabupaten Malang, dimana harga barang elektronik naik antara 5 hingga 20 persen dan sudah terjadi mulai awal Juni.
"Melemahnya Rupiah terhadap Dollar sangat berdampak sekali. Sekarang, harga barang elektronik naik antara 5 persen hingga 20 persen," ujar pemilik toko, Pao Sugianto kepada Ketik.com, Selasa, 9 Juni 2026.
Dirinya mencontohkan, harga kulkas yang dulu harganya hanya Rp 1,6 juta kini telah naik menjadi Rp 1,8 juta. Selain kulkas, mesin cuci dan televisi juga mengalami hal yang sama.
"Naiknya beda-beda tiap barang, ada yang naik Rp 50 ribu, Rp 100 ribu bahkan Rp 500 ribu dibandingkan harga sebelumnya," tambahnya.
Baca Juga:
Harga Emas Antam Cetak Rekor Tertinggi, Tembus Rp2.917.000 per GramDengan adanya kenaikan ini, sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Kini, konsumen harus berpikir dua kali sebelum membeli barang elektronik.
Imbasnya, ia harus sedikit merugi dan terpaksa merogoh kocek dari kantong pribadi untuk stok barang. Pasalnya, uang dari hasil penjualan sebelumnya tidak mampu untuk menutup modal.
"Penjualan anjlok hingga 40 persen dan penurunannya lumayan drastis. Sekarang, saya terpaksa pakai uang pribadi untuk kulakan menambah stok barang, karena harga lama dan harga baru sudah berbeda," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Magdalena mengaku cukup terkejut dengan kenaikan harga barang elektronik. Ia pun terpaksa harus berpikir dua kali sebelum membeli barang elektronik.
Baca Juga:
Kejari Sampang Sita Barang Elektronik Terkait Korupsi BLUD RSMZ, Pelaku Diduga Lebih dari Satu"Ini mau cari kulkas, masih lihat-lihat karena harganya lumayan. Tentu sebagai pembeli, sangat keberatan dengan adanya kenaikan harga barang elektronik," tandasnya. (*)