Dampak Efisiensi Banyak Hotel Dijual, DPD AREBI: Butuh Dana Segar

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Muhammad Faizin

21 Jul 2025 22:26

Thumbnail Dampak Efisiensi Banyak Hotel Dijual, DPD AREBI: Butuh Dana Segar
Hotel dijual karena dampak efisiensi. (Ilustrator: Rihad Humala/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Dampak efisiensi anggaran dari pemerintah berdampak pada segala lini, salah satunya usaha perhotelan. Tak banyak aktivitas yang digelar di hotel membuat pengusaha berpikir keras untuk tetap bertahan.

Dewan Pembina Daerah (DPD) Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Jawa Timur, Rudy Sutanto mengatakan, dampak paling terasa adalah banyak hotel-hotel yang dijual.

"Ada titipan hotel yang dijual ke saya, harganya Rp 200 miliar. Itu lokasinya ada di pusat Surabaya," kata Rudy pada Senin, 21 Juli 2025.

Alasan pengusaha hotel menjual unitnya, kata Rudy untuk perputaran uang yang saat ini memang sedang dibutuhkan. Namun, lanjutnya, memang sebelum memutuskan menjual sebuah properti dalam hal ini hotel. Rudy mengungkapkan, pengusaha tersebut sudah melakukan banyak hal.

Baca Juga:
Merayakan 19 Tahun Dedikasi, Mercure Surabaya Grand Mirama Gelar "The Symphony of Nineteen" dengan Penampilan Airlangga Orchestra

"Mulai pengurangan karyawan. Terus yang masih dipertahankan itu ada yang dobel kerjanya. Intinya mereka tetap ingin mempertahankannya," terangnya.

Selain hotel, sejumlah beberapa ruko, kata Rudy juga banyak yang mulai dijual karena dua alasan. Pertama untuk investasi dan kedua untuk kebutuhan.

Kondisi ini berbeda dengan properti rumah atau hunian. Wakil Ketua Umum (Waketum) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bidang Properti Jawa Timur, Danny Wahid mengungkapkan, keinginan masyarakat mempunyai rumah masih tinggi.

"Kebutuhan properti itu masih tumbuh, masih 10 persen bahkan bisa sampai 18 persen," katanya beberapa waktu lalu.

Baca Juga:
Suasana Halalbihalal dan Pengundian Grand Prize Umrah di Mercure Hotel Surabaya Grand Mirama

Hanya saja untuk bisa mendapatkan properti, masyarakat masih kesulitan karena sejumlah perizinan yang ketat.

"Cuman permasalahannya perusahaannya yang agak ruwet karena dipantau OJK juga. Nanti ketika dislik, akan terbaca track record seseorang itu seperti apa. Pernah pinjol atau paylater, semacamnya atau tidak," ungkapnya.

Menurutnya hal seperti ini tidak perlu dilakukan, OJK lebih fokus kepada keinginan membeli rumahnya saja. "Sebetulnya itu larangan," singkatnya.

Terlebih di Surabaya, minat masyarakat membeli properti masih sangat tinggi. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi yang paling signifikan dilihat dari pembangunan properti. Hal ini dikarenakan dari uang pribadi masyarakat bukan negara.

"Ya itu, seharusnya pemerintah kalau sepakat. Pak Prabowo minta pertumbuhan ekonomi 8 persen ya harus dibangun. Harus diubah peraturannya. OJK tidak menakut-nakuti bank atau bank tidak takut sama OJK. Sekarang bank juga enggak bisa landing kredit," ungkap mantan Ketua DPD REI Jatim, 2017-2020 ini. (*)

Baca Sebelumnya

Bengkel dan Toko Onderdil di Sampang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting

Baca Selanjutnya

Indonesia Lolos Semifinal AFF U-23 Meski Gagal Atasi Malaysia! Apa Kata Pelatih Vanenburg?

Tags:

hotel properti properti hotel DPD AREBI AREBI Jatim Rudy Sutanto

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

2 Kali Kalah, Langkah Brunei Darussalam Semakin Berat di ASEAN U-17 Boys Championship 2026

14 April 2026 19:26

2 Kali Kalah, Langkah Brunei Darussalam Semakin Berat di ASEAN U-17 Boys Championship 2026

Lengkap! Ini Jadwal Seleksi Lowongan Kerja BLUD RSUD Dr Soetomo

14 April 2026 15:43

Lengkap! Ini Jadwal Seleksi Lowongan Kerja BLUD RSUD Dr Soetomo

BLUD RSUD Dr Soetomo Buka 31 Lowongan Pekerjaan, Cek Daftarnya di Sini!

14 April 2026 14:30

BLUD RSUD Dr Soetomo Buka 31 Lowongan Pekerjaan, Cek Daftarnya di Sini!

Persiapan Hadapi Madura United, Persebaya Surabaya Krisis Pemain

14 April 2026 14:21

Persiapan Hadapi Madura United, Persebaya Surabaya Krisis Pemain

RSUD Dr Soetomo Buka Lowongan Kerja, Pendaftaran Buka Hanya 3 Hari!

14 April 2026 12:20

RSUD Dr Soetomo Buka Lowongan Kerja, Pendaftaran Buka Hanya 3 Hari!

Kartu Nusuk Resmi Aktif di Embarkasi, Inilah Sistem Baru Haji 2026 yang Lebih Praktis

14 April 2026 11:05

Kartu Nusuk Resmi Aktif di Embarkasi, Inilah Sistem Baru Haji 2026 yang Lebih Praktis

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar