KETIK, TRENGGALEK – Yayasan Pamengku Adat Trenggalek mengambil langkah tegas dengan menunjuk Damiran sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, 3 Maret hingga 3 Agustus 2026.
Hal ini disampaikan langsung oleh pembina yayasan tersebut, Pratomo Hadi kepada Ketik.com, Selasa 3 Maret 2026.
Tomi sapaan dia mengatakan, salah satu dasar dari penunjukan Plt tersebut, karena ketua lama, Sunari telah mengundurkan diri secara tertulis sejak 24 Februari 2026.
"Jadi itu salah satu alasan saya menunjuk Damiran sebagai Plt ketua," ucapnya.
Selain itu, Tomi berkeinginan agar roda organisasi bisa berjalan dan tidak terjadi kekosongan kepengurusan. "Ya namanya organisasi kan tidak boleh terjadi kekosongan pucuk pimpinan," tegasnya.
Kemudian, ia juga melakukan koordinasi dan bersurat secara tertulis kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi.
"Beliau berdua kan cukup peduli akan kebudayaan di Trenggalek. Jadi wajar jika kita butuh saran dan pendapat agar kedepannya bisa lebih baik," tandasnya.
Ia berharap kepada Plt Ketua Pamengku Adat agar bisa menjaga marwah dan ikut melestarikan kebudayaan di Trenggalek. Sekaligus untuk menjaga warisan budaya para leluhur yang ada.
"Kebudayaan di Trenggalek kan banyak. Jadi perlu dilestarikan," ujarnya.
Selanjutnya, ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi yang sudah diberikan oleh Sunari selama menjabat sebagai ketua, dan semoga semua kebaikan yang diberikan dibalas oleh Alloh SWT.
"Terima kasih Pak Nari, atas kontribusi yang sudah diberikan. Semoga kita tetap bisa bersama dalam melestarikan kebudayaan Trenggalek," tuturnya.
Sementara itu, Plt Ketua Pamengku Adat Damiran merasa bersyukur atas ditunjuknya sebagai Plt ketua dan siap menjaga marwah dan etik organisasi kedepannya.
Setelah itu, ia akan langsung melakukan koordinasi secara langsung bersama jajaran pengurus untuk mengagendakan kegiatan dan menata secara keorganisasian secara professional.
"Pada dasarnya, saya ingin Pamengku Adat bisa berperan aktif dalam ikut serta menjaga dan melestarikan kebudayaan di Trenggalek," pungkasnya (*)
