Cover 670 Titik Parkir, Kota Malang Hanya Miliki Tujuh Petugas Pungut Retribusi

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

4 Mei 2024 04:30

Thumbnail Cover 670 Titik Parkir, Kota Malang Hanya Miliki Tujuh Petugas Pungut Retribusi
Ilustrasi orang parkir di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Kota Malang saat ini tengah kekurangan Juru Pungut Retribusi yang salah satunya bertugas untuk mengumpulkan dan melaporkan pungutan retribusi sesuai dengan prosedur. Keberadaan mereka untuk mengcover ratusan titik parkir yang ada.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menjelaskan saat ini Kota Malang hanya memiliki tujuh orang Juru Pungut.

Jumlah tersebut dinilai masih kurang lantaran terdapat lebih dari 670 titik parkir yang ada di Kota Malang. Hal tersebut menanggapi usulan dari DPRD Kota Malang yang meminta agar Juru Pungut tidak lagi dikerahkan.

"Juru pungut kita hanya ada tujuh orang, masa mau dikurangi lagi. Tahun depan akan berkurang lagi karena ada yang pensiun. Tahun ini pensiun berkurang dua jadi tinggal lima orang," ujar Widjaja, Sabtu (4/5/2024).

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Menurutnya kinerja Juru Pungut sangat krusial dalam pengoptimalan retribusi parkir di Kota Malang. Dengan banyaknya titik parkir di Kota Malang, justru jumlah Juru Pungut yang ada masih dinilai kurang optimal. 

"Mana mungkin Juru Pungut akan dikurangi dan harus mengcover hampir 670 titik. Berarti justru kurang, namun untuk idealnya berapa jumlahnya, belum kita hitung. Juru Pungut itu Pegawai Negeri Sipil. Apakah mau dihapus, siapa nanti yang memungutkan," lanjut Widjaja.

Kendati demikian jumlah Juru Pungut dapat dikurangi apabila sistem parkir di Kota Malang telah menggunakan teknologi QRIS. Meskipun teknologi tersebut lebih berdampak pada pengurangan juru parkir, namun jumlah Juru Pungut juga akan turut berpengaruh.

"Bisa jadi juru pungut pakai itu tapi dengan catatan kita menggunakan teknologi, di antaranya adalah QRIS. Sangat mungkin untuk tidak perlu menambah Juru Pungut," sebutnya.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Sayangnya penerapan sistem QRIS untuk pembayaran parkir di Kota Malang masih memerlukan kajian dan perencanaan. Mengingat berkurangnya juru parkir akan berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Belum lagi sistem parkir konvensional sudah berjalan puluhan tahun di Kota Malang.

"Jukir mungkin akan dikurangi tapi akan berpengaruh kepada sosial. Kita lihat tidak semudah itu karena ini sudah berpuluh-puluh tahun kita harus atur sedemikian rupa," tuturnya.

Rencana pembayaran parkir dengan QRIS juga memberikan dampak pada sistem upah yang diterima oleh Jukir. Dengan menerapkan pembayaran non tunai, uang parkir akan langsung masuk ke Pemkot Malang. Para jukir akan mendapatkan penghasilan atau gaji dari Pemkot Malang sesuai kesepakatan dan pendapatan parkir yang terkumpul.

"Jukir itu selama ini identik dipegang oleh masyarakat. Bisa jadi Jukir diubah menggunakan teknologi seperti dengan cara e-parking. Maka otomatis akan mengurangi personil Jukir," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Tim Bakal Calon Bupati Karnadi Ambil Formulir Pendaftaran di Partai NasDem Situbondo

Baca Selanjutnya

Gramedia Pustaka Utama Mencari Freelancer Creative Writer untuk Mahasiswa

Tags:

Juru Pungut Juru Parkir Kota Malang Dishub Kota Malang Kekurangan Juru Pungut

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar