Cerita Bu Bidan Herna Wijayanti dan Impian-Impiannya usai Lulus S1 Kebidanan Unusa

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

25 Mei 2024 02:05

Thumbnail Cerita Bu Bidan Herna Wijayanti dan Impian-Impiannya usai Lulus S1 Kebidanan Unusa
Herna Wijayanti baru lulus S1 Kebidanan Unusa Jumat (25/5/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Keinginan Herna Wijayanti saat ini adalah membuka klinik persalinan sendiri bersama suaminya dr Hardian Sinaga Sp.OG.

Peluang itu semakin terbuka lebar usai dirinya lulus S1 serta diambil sumpah Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Jumat (24/5/2024).

Herna kini juga ingin melanjutkan sekolah S2 untuk menjadi magister kebidanan. "Saya berniat ingin melanjutkan ke jenjang strata dua jika Unusa membuka S2 Kebidanan, keinginan lainnya, bersama suami, saya ingin memiliki rumah bersalin sendiri,” katanya, Jumat (24/5/2024).

Keinginan ini muncul lantaran suaminya merupakan seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG). Sedang ia memiliki pengalaman sebelas tahun lebih bekerja menolong persalinan di RS Dr. Soetomo.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

“Saya bekerja sejak 2010 setelah menamatkan pendidikan D3 Kebidanan, kemudian karena menikah saya memilih keluar dan melanjutkan pendidikan S1 Kebidanan di Unusa,” katanya.

Usai menyelesaikan S1 Kebidanan, Herna mengambil pendidikan profesi bidan. Alasannya antara lain karena tuntutan profesi dan juga memenuhi peraturan dalam Undang-undang Kesehatan terbaru.

Di aturan terbaru itu mewajibkan bidan harus berpendidikan S1 dan mengikuti pendidikan profesi jika ingin bekerja di klinik atau membuka praktik sebagai bidan mandiri.

“Tentu tuntutan dan keinginan untuk menambah bekal ilmu itulah kemudian saya mengambil pendidikan profesi bidan. Apalagi kini ilmu terus berkembang dan bidan tidak hanya dituntut untuk memahami dasar-dasar kebidanan semata," jelasnya.

Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

"Menurut saya melalui pendidikanlah saya bisa menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih jauh dan lengkap,” tambah ibu dari dua anak kembar tersebut.

Herna mengungkapkan, pekerjaan seorang bidan saat ini tidak hanya pada kegiatan ANC (antenatal care). Itu adalah pemeriksaan rutin yang dilakukan untuk mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil, sehingga ibu hamil diharapkan bisa lebih siap menghadapi persalinan, nifas, dan pemberian ASI eksklusif.

Tapi, menurutnya bidan saat ini juga harus mengerti tentang bagaimana melakukan SHK (skrining hipotiroid kongenital), skrining atau uji saring dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang baru lahir.

“SHK dilakukan untuk mengelompokkan bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita, sehingga bayi mendapatkan penanganan secara cepat dan tidak akan memberikan dampak yang cukup serius terhadap tumbuh kembang bayi,” kata ibu dari Hans dan Hana, kembar yang kini berusia 9 bulan.

Herna mengakui pendidikan profesi bidan yang dijalaninya di Unusa telah memberikan bekal positif untuk keberlangsungan klinik mandiri yang dikelola bersama suami.

“Saya jadi makin matap dan percaya diri untuk menjalankan preaktik klinik mandiri. Terlebih saya sering berkolaborasi dengan kemampuan suami yang spesialis obstetri dan ginekologi," jelasnya.

"Saya fokus pada keahlian kebidanan, tapi jika ada pasien yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut seperti tentang patologi saya akan merujuknya ke suami,” jelas Herna. (*)

Baca Sebelumnya

Bawaslu Bondowoso Lantik 69 Panwascam Pilkada, 27 di Antaranya Anggota Baru

Baca Selanjutnya

42 Orang Terdampak Musibah Belasan Rumah Terbakar di Asrama TNI

Tags:

Bidan bidan unusa Unusa nu surabaya Kampus di Surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar