Cegah Longsor di Lahan Miring, Distan KP Batu Dorong Petani Terapkan Terasering

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Fisca Tanjung

11 Feb 2026 16:09

Thumbnail Cegah Longsor di Lahan Miring, Distan KP Batu Dorong Petani Terapkan Terasering
Salah satu lahan pertanian di Kota Batu yang menerapkan terasering. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu mendorong penerapan sistem terasering pada lahan pertanian yang berada di lereng sebagai langkah menekan risiko longsor dan kerusakan lingkungan.

Kepala Distan KP Kota Batu, Hendry Suseno, menegaskan, lahan dengan tingkat kemiringan di atas 40 persen seharusnya tidak ditanami tanaman semusim seperti sayuran.

Dengan karakteristik tersebut, kata dia, lebih tepat ditanami tanaman tahunan yang memiliki sistem perakaran kuat sebagai penahan tanah.

“Jika kemiringan lahan sudah di atas 40 persen, seharusnya ditanami tanaman tahunan, bukan tanaman semusim. Alih fungsi lahan yang tidak sesuai ini menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor dan bencana, terutama saat musim hujan karena tidak ada akar kuat yang menahan tanah,” ujarnya, Rabu, 11 Februari 2026..

Baca Juga:
Pemkot Batu Siapkan Smart Integrated Farming, Dorong UMKM Pertanian Tembus Pasar Modern

Menurut Hendry, konsistensi petani dalam mematuhi konservasi lahan menjadi kunci penting untuk menekan risiko bencana. Ia mengingatkan agar lahan dengan kemiringan tinggi tidak terus-menerus ditanami komoditas semusim tanpa upaya konservasi.

“Kami berharap petani bisa konsisten. Jika kemiringan lahan sudah lebih dari 40 persen, jangan dipaksakan untuk tanaman semusim. Harus ditegakkan dengan tanaman tahunan,” tegasnya.

Selain pengaturan jenis tanaman, Hendry juga menyoroti minimnya penerapan sistem terasering di sejumlah lahan pertanian lereng. Padahal, metode tersebut terbukti efektif dalam mengurangi laju erosi.

“Penggunaan terasering di sini masih sangat minim. Padahal, di daerah seperti Bali, sistem subak dan terasering terbukti mampu menjaga kestabilan lahan. Penyuluh sebenarnya sudah menyarankan, namun ke depan edukasi kami harus lebih masif agar petani menyadari pentingnya terasering untuk mencegah longsor,” ujarnya.

Baca Juga:
Pemkot Batu Rancang Kawasan Smart Integrated Farming di Giripurno

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menambahkan, selain terasering, pola tanam tumpang sari juga dapat menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan lahan tanpa mengorbankan produktivitas.

“Pada lahan dengan kemiringan tinggi, tanaman semusim masih bisa ditanam, tetapi harus dikombinasikan dengan sistem tumpang sari dan tetap menjaga tanaman tahunan sebagai penyangga. Pemahaman seperti ini yang terus kami dorong kepada para petani,” katanya.

Ia menjelaskan, sekitar 60 persen wilayah Kota Batu merupakan kawasan Perhutani. Sementara 40 persen sisanya terbagi untuk lahan pertanian dan kawasan permukiman maupun usaha.

Perihal penanganan alih fungsi lahan, tambahnya, tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektor, terutama antara Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Perhutani.

“Persoalan alih fungsi lahan ini harus ditangani bersama. Ada lahan milik petani atau perorangan, dan ada juga lahan milik Perhutani. Karena itu, perlu sinergi antara Dinas Pertanian, DLH, serta Perhutani untuk melakukan edukasi dan intervensi kepada masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, hasil pemetaan DPUPR Kota Batu di hulu Sungai Kali Paron menemukan sedimentasi besar akibat material tanah yang terbawa aliran air dari lereng-lereng di kawasan atas. 

Perubahan penggunaan lahan, berkurangnya tutupan vegetasi, serta praktik pemanfaatan lahan yang tidak berkelanjutan dinilai mempercepat degradasi lingkungan. (*)

Baca Sebelumnya

Gaji Tambahan PPPK Belum Terbayar Dua Bulan, Begini Respon Pihak RSUD Jombang

Baca Selanjutnya

Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Sediakan Hampir 200 Ribu Tempat Duduk

Tags:

alih fungsi lahan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Distan-KP Kota Batu Lahan Terasering

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Koordinator Pedagang Diperiksa 3 Jam, Kejari Batu Kejar Aktor Kasus Pasar Among Tani

16 April 2026 16:37

Koordinator Pedagang Diperiksa 3 Jam, Kejari Batu Kejar Aktor Kasus Pasar Among Tani

Pemkot Batu Terima PSU 12 Perumahan, Nilai Aset Tembus Rp741 Miliar

16 April 2026 16:28

Pemkot Batu Terima PSU 12 Perumahan, Nilai Aset Tembus Rp741 Miliar

Pemkot Batu Siapkan Smart Integrated Farming, Dorong UMKM Pertanian Tembus Pasar Modern

16 April 2026 16:16

Pemkot Batu Siapkan Smart Integrated Farming, Dorong UMKM Pertanian Tembus Pasar Modern

Pemkot Batu Gencarkan Transaksi Nontunai, Sasar UMKM dan Pedagang

16 April 2026 14:46

Pemkot Batu Gencarkan Transaksi Nontunai, Sasar UMKM dan Pedagang

Siapa Terlibat? Kejari Batu Buru Aktor Utama Dugaan Jual Beli Kios Pasar Among Tani

16 April 2026 10:48

Siapa Terlibat? Kejari Batu Buru Aktor Utama Dugaan Jual Beli Kios Pasar Among Tani

Ada Apa? Sudah Pekan Kedua, Pendaftaran Sekda Kota Batu Masih Sepi Peminat

15 April 2026 19:56

Ada Apa? Sudah Pekan Kedua, Pendaftaran Sekda Kota Batu Masih Sepi Peminat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H