KETIK, BATU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu mulai melakukan pemetaan kawasan hulu Sungai Kali Paron menyusul terjadinya luapan air yang berdampak pada wilayah hilir.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Batu saat meninjau lokasi terdampak banjir di Dusun Beru, Desa Bumiaji, pada Minggu, 4 Januari 2026.
Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan, pemetaan dilakukan melalui pengambilan foto udara untuk melihat secara menyeluruh kondisi alur sungai dari bagian hulu. Upaya tersebut bertujuan mengidentifikasi penyebab luapan air yang terjadi sebelumnya.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami melakukan pemetaan dari udara untuk memotret kondisi aliran Sungai Kali Paron. Dari hasil awal, luapan terjadi karena adanya sumbatan material, seperti batang kayu besar dan debris yang terbawa arus,” ujar Alfi, Selasa, 6 Januari 2025.
Ia menjelaskan, material yang terbawa aliran air tidak hanya berupa batang dan gelondongan kayu, tetapi juga kerikil, pasir, lumpur, hingga sampah pertanian. Material tersebut menyumbat sejumlah saluran sodetan dan bypass channel yang selama ini berfungsi mengendalikan debit air.
“Kami menemukan adanya material berupa gelondongan pohon, ranting, dahan, hingga rumpunan bambu yang terbawa arus dan menyumbat pintu air serta saluran sodetan,” jelasnya.
Lebih lanjut, DPUPR juga menelusuri kemungkinan adanya perubahan tata guna lahan di wilayah hulu sungai. Menurut Alfi, pemetaan ini penting untuk mengetahui apakah aktivitas pertanian atau alih fungsi lahan berkontribusi terhadap masuknya sampah pertanian ke alur sungai saat musim hujan.
“Pemetaan ini kami lakukan untuk melihat apakah ada pengolahan atau alih fungsi lahan di hulu yang menyebabkan sampah pertanian terbawa air dan akhirnya menyumbat saluran-saluran pengendali banjir,” katanya.
Alfi menambahkan, pemetaan udara dilakukan sejak Minggu hingga Senin dan hasilnya akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Batu sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah lanjutan.
“Hasil pemetaan ini akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota. Pada prinsipnya, ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Batu Nurochman menginstruksikan DPUPR untuk segera melakukan pengambilan foto udara sebagai langkah awal penanganan jangka panjang pascaluapan Sungai Kali Paron. Data tersebut akan dijadikan dasar dalam penataan sungai dan pengendalian banjir dari hulu hingga hilir.
“Saya meminta Dinas PUPR segera melakukan pengambilan foto udara untuk memetakan kondisi sungai dan kanal banjir yang sudah ada. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menyusun langkah intervensi yang tepat, termasuk opsi penambahan kanal atau sodetan untuk memecah debit air,” ujar Wali Kota Batu saat meninjau lokasi terdampak.
