KETIK, BATU – Desain baru toga wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Alih-alih menuai pujian, tampilan toga tersebut justru memicu beragam komentar dari warganet yang menilai desainnya menyerupai kostum kesenian khas Malang yaitu bantengan atau yang dikenal dengan sebutan mberot.
Sorotan itu muncul setelah foto dan video toga baru UMM beredar di platform TikTok. Kombinasi warna hitam dengan aksen merah terang dan kuning dianggap memiliki kemiripan dengan kostum kesenian bantengan yang identik dengan warna-warna mencolok.
Sejumlah warganet pun menyampaikan kritik mereka melalui kolom komentar. Akun @pr*** bahkan menyebut desain toga tersebut terinspirasi dari kostum bantengan.
“terinspirasi mbe bantengan iki mesti (Terinspirasi dengan bantengan ini pasti),” tulisnya.
Baca Juga:
Tak Sesuai Desain Awal, Calon Wisudawan UMM Minta Toga Baru Segera DirevisiKekecewaan juga disampaikan akun @ar***. Ia mengaku telah mempersiapkan penampilan wisuda, namun justru merasa desain toga baru mengurangi kesan estetis pada momen kelulusannya.
“Kesell duh, padahal udah mengusahakan kebaya se-aesthetic mungkin, kenapa toganya malah kaya bantengan,” tulisnya.
Komentar senada datang dari akun yang mengaku alumni UMM angkatan 2022. Menurutnya, ia sempat berharap toga UMM memiliki desain yang lebih menarik, tetapi justru menilai model terbaru terlihat kurang estetik.
“Aku lulusan 2022 UMM ae pengen toga seng estetik, tapi lah saiki malah koyo ape mberot ngene desaine. (Aku lulusan 2022 UMM aja pengen toga yang estetik, tapi sekarang malah seperti mau mberot gitu desainnya),” ungkapnya akun @ma***.
Baca Juga:
Marak Siswa Ditahan karena Tunggakan, Guru Besar UMM: Dampaknya Bisa Merusak PsikologisTidak hanya membandingkan dengan kostum bantengan, sejumlah warganet juga menilai desain toga terbaru kalah menarik dibandingkan toga UMM pada tahun-tahun sebelumnya.
Akun @ev*** mengaku toga UMM sempat dikenal sebagai salah satu yang paling menarik di Malang, bahkan Jawa Timur.
“Bien sak ruhku jaman kuliah toga UMM terbaik sak Malang opo sak Jatim ngunu lali. Kok dadi ngene saiki. (Dulu setauku jaman kuliah, toga UMM terbaik se-Malang atau Jawa Timur gitu. Kok jadi gini sekarang),” tulisnya.
Sementara itu, warganet lainnya secara terang-terangan menyebut lebih menyukai desain toga lama
“Mendingan toga yang lama ga si, lebih gagah. Aku curiga yang desain adalah fans berat mberot,” komentar akun akun @ki***.
Hal serupa disampaikan akun @yo*** yang pernah mengikuti wisuda pada 2018 dan 2022. Ia mengenang toga saat itu menggunakan bahan beludru dengan tampilan yang dinilai lebih elegan.
“Jamanku wisuda th 2018 dan 2022 toga e bahan beludru, apik gak koyok ngunu. (Jamanku wisuda tahun 2018 dan 2022 toganya bahan beludru, bagus tidak seperti itu),” tulisnya.
Di sisi lain, berdasarkan surat edaran yang diterima para calon wisudawan, pihak UMM menjelaskan bahwa pergantian desain toga dilakukan karena toga yang selama ini digunakan sudah banyak yang tidak layak pakai.
Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa toga baru dibuat dengan desain baru agar lebih nyaman digunakan oleh para wisudawan.
Selain itu, toga tersebut menjadi milik masing-masing wisudawan, sehingga tidak lagi menggunakan sistem peminjaman seperti sebelumnya.(*)