KETIK, TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni membuka Nusantara Livestock dan Poultry Expo 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu 4; November 2026.
Dalam sambutannya, Andra Soni berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan kerja sama yang konkret, investasi baru, alih teknologi, dan kemitraan bagi petani dan peternak di Banten.
"Semoga kegiatan ini bermanfaat besar bagi petani," ujar Andra Soni.
Menurut Andra Soni, Nusantara Livestock dan Poultry Expo 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan di Banten.
Ia menegaskan, ketahanan pangan adalah memastikan rakyat memperoleh pangan yang cukup, bergizi, terjangkau, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Besok, KI Banten Anugerahkan Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2026"Ketahanan pangan adalah kedaulatan ekonomi, keberlangsungan hidup petani dan peternak, serta kemampuan bangsa mengelola sumber daya dan teknologinya sendiri," kata Andra Soni.
Andra Soni menjelaskan, untuk mencapai ketahanan pangan, Pemprov Banten terus meningkatkan sarana dan prasarana pertanian. Pada 2025, Pemprov Banten berhasil membangun tujuh daerah irigasi sepanjang 6,90 kilometer.
"Irigasi ini mampu mengairi 881,28 hektare. Sedangkan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 48,91 miliar," kata Andra Soni.
Untuk membangun ketahanan pangan, Pemprov Banten juga mendapat bantuan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Bantuan tersebut mampu membangun 12 daerah irigasi sepanjang 81,80 kilometer yang mampu melayani sekitar 9.259 hektare.
Baca Juga:
Bapenda Lebak Pasang 65 Tapping Box, 35 Unit Lainnya Masih Tahap Sosialisasi"Hasilnya, alhamdulillah, indeks layanan irigasi Banten meningkat dari 52,5 persen menjadi 62,45 persen," tutur Andra Soni.
Selain itu, ketahanan pangan dibangun dengan meningkatkan konektivitas dari sawah ke pasar. Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra, infrastruktur ekonomi tersebut menekan biaya angkut, mempercepat distribusi, mengurangi kehilangan hasil, dan meningkatkan posisi tawar petani.
"Pada tahun 2025, Pemprov Banten berhasil membangun 62 ruas jalan dan satu jembatan sepanjang 71 kilometer dan pada tahun 2026 dilanjutkan dengan membangun 33 ruas jalan desa sepanjang 46,71 kilometer," papar Andra Soni.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sudaryono mengatakan, pertanian harus diarahkan menjadi industri modern yang mampu menghasilkan produk secara efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya saing.
"Untuk itu, pengembangan pertanian dan peternakan tidak bisa lagi hanya mengandalkan pola produksi konvensional," kata Sudaryono dalam sambutannya.
Sudaryono yang juga menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) optimistis pasar pertanian Indonesia akan mengalami perkembangan positif. Ia menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan industri pertanian dalam negeri.
"Permintaan hasil pertanian akan meningkat setelah ada program MBG," tutur Sudaryono.
Sebagai informasi, Nusantara Livestock dan Poultry Expo 2026 berlangsung pada 4 hingga 7 November 2026. Pembukaan acara dilakukan dengan gunting pita oleh Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono, Gubernur Banten yang juga Ketua DPD HKTI Banten Andra Soni, Direktur PT Debindo Global Expo Rafidi Iqra Muhammad, serta dihadiri sejumlah pejabat pemerintah. (*)