KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, membuka Muscab Palang Merah Indonesia (PMI) Kabuaten Situbondo yang berlangsung di Balroom Edlotus, Jalan Gunung Arjuno Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Senin, 20 April 2026.
"Musyawarah ini saya harapkan berlangsung tertib dan dapat memilih pimpinan yang baru serta membawa PMI naik kelas serta mampu mengaplikasikan program gerakan sosial kemanusian membahas sesuai dengan regulasinya," kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, berbagai program kemanusiaan serta upaya penguatan peran relawan di tengah masyarakat harus semakin dikuatkan.
"Pesan saya jadikan muscab bagian dari peningkatan program yang selaras dengan PMI Pusan dan Provinsi," ujarnya.
Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera EvakuasiSementara itu, Ketua PMI Situbondo, Sofwan Hadi, menjelaskan, dalam musyawarah tersebut dibahas sejumlah agenda penting, di antaranya evaluasi program kerja sebelumnya, penyusunan rencana kerja ke depan, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi gerakan sosial kemanusian.
Selain itu, PMI juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjalankan aksi gerakan sosial kemanusian.
"Musyawarah ini menjadi momentum pemilihan ketua sekaligus untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan," kata Sofwan Hadi.
Ia juga mengajak seluruh peserta muscab mampu menjaga ketertiban bersama dan terus meningkatkan kapasitas dan semangat gotong royong.
Baca Juga:
Festival Bonsai Nusantara Situbondo Bangkit, Diikuti Ratusan Koleksi dari Berbagai Daerah“PMI hadir untuk membantu sesama tanpa memandang latar belakang. Oleh karena itu, soliditas dan kerja sama sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sofwan Hadi menegaskan, melalui musyawarah ini, diharapkan PMI semakin siap dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana, donor darah, serta pelayanan sosial lainnya bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)