Nasim Khan Minta KAI dan INKA Perkuat Sinergi, Revitalisasi Jalur Panarukan Jadi Sorotan

3 Juni 2026 18:09 3 Jun 2026 18:09

Heru Hartanto, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Nasim Khan Minta KAI dan INKA Perkuat Sinergi, Revitalisasi Jalur Panarukan Jadi Sorotan

Komisi VI DPR RI berfoto bersama jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas penguatan industri perkeretaapian nasional, Rabu (3/6/2026). (Foto: HM Nasim Khan for Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), HM Nasim Khan, mendorong penguatan sinergi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) guna memperkuat industri perkeretaapian nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat antara operator dan manufaktur nasional menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian industri transportasi di Indonesia.

“INKA sebagai manufaktur dan KAI sebagai operator harus berjalan beriringan. Sinergi yang dibangun harus saling menguatkan, bukan justru melemahkan salah satu pihak. Tujuan akhirnya adalah memperkuat industri nasional dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Nasim Khan, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso.

Nasim Khan juga menyoroti pentingnya revitalisasi jalur kereta api yang sudah tidak beroperasi, khususnya jalur Panarukan, Situbondo–Kalisat, Jember. Menurutnya, jalur tersebut merupakan aset strategis yang memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali guna mendukung distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta pengembangan kawasan industri dan pariwisata.

“Jalur Kereta Api Panarukan, Situbondo–Kalisat, Jember masih memiliki potensi yang sangat besar. Apabila jalur tersebut direvitalisasi, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian masyarakat, industri, dan konektivitas wilayah. Hal ini harus menjadi perhatian bersama,” kata politisi PKB asal Kabupaten Situbondo itu.

Selain itu, Nasim Khan juga menyoroti persoalan keselamatan di perlintasan sebidang yang hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi KAI.

“Saya meminta peningkatan pengamanan melalui pembangunan fasilitas keselamatan, termasuk pintu perlintasan serta sistem pengawasan yang lebih memadai,” tegasnya.

Keselamatan, lanjut Nasim Khan, harus menjadi prioritas utama karena banyak perlintasan yang berada dekat dengan permukiman warga sehingga membutuhkan penanganan serius dan sinergi antara KAI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

Nasim Khan juga mengapresiasi kinerja KAI yang dinilai terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi pelayanan maupun peningkatan kinerja perusahaan. Namun, ia mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi fokus utama demi menekan angka kecelakaan.

Ia juga berharap penyertaan modal negara (PMN) yang telah diberikan kepada INKA dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat modernisasi industri perkeretaapian nasional, serta memperkuat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

“INKA telah membuktikan kemampuannya dengan mengekspor produk ke berbagai negara. Karena itu, kita harus terus mendukung agar kemampuan industri nasional semakin kuat dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara maksimal,” ujar Nasim Khan.

Tak hanya itu, Nasim Khan menegaskan bahwa Komisi VI DPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan industri perkeretaapian nasional, termasuk mendorong modernisasi armada, peningkatan keselamatan transportasi, serta pengembangan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kita ingin Indonesia memiliki industri kereta api yang kuat, mandiri, dan mampu menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sinergi antara KAI, INKA, pemerintah, dan DPR RI harus terus diperkuat,” pungkas Presiden NKI. (*)

Tombol Google News

Tags:

Rdp Anggota Komisi Vi Dpr Ri Minta Revitalisasi jalur kereta api Panarukan Situbondo Kalisat Jember Segera Direalisasikan Nasim Khan