KETIK, TRENGGALEK –  

Bank Trenggalek atau Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jwalita optimistis mampu merealisasi laba pada tahun 2026 sebesar Rp3 miliar. Asumsinya, hingga Agustus pundi-pundi laba tersebut sudah mencapai lebih dari Rp2,2 miliar.

"Saya bersama jajaran manajemen cukup optimis di akhir tahun nanti bisa tembus Rp3 miliar," Kata Dwi Fraidianriani, Direktur Utama bank plat merah tersebut kepada Ketik.com, Selasa, 15 September 2026.

Dwi sapaan dia menjelaskan, pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kinerja agar bisa berkontribusi kepada Pemkab berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD). Termasuk ikut membantu pergerakan ekonomi daerah.

"Kontribusi PAD tetap melalui mekanisme atau regulasi secara proporsional yakni 55 persen dari laba yang akan disetor ke Pemkab," ujarnya.

Baca Juga:
Akhirnya Terungkap! Korban Perempuan Tertabrak KA Kertanegara di Kebalen Kota Malang Ternyata Warga Klojen

Kemudian, untuk menopang tercapainya target laba tersebut, ia akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan diimbangi dengan etos kerja tinggi. Tak terkecuali berinovasi dengan produk-produk unggulan BPR Jwalita. Salah satu produk terbaru adalah kredit pensiun.

"Jadi selain kredit emas, kita juga berinovasi dengan program baru yakni kredit pensiun, sama seperti bank umum lainnya. Tentu ini akan menjadi tantangan," ungkapnya.

Ia menyebut, kredit pensiun merupakan barang baru bagi BPR, karena selama ini belum ada BPR yang melaksanakan kredit pensiun.

 "Alhamdulillah kami sudah menjalin kerja sama dengan salah satu bank umum yang sudah memang penerima pensiun. Insyaallah BPR Jwalita sudah bisa melayani September ini," tegasnya.

Baca Juga:
Desil Dinilai Terlalu Tinggi, Puluhan Warga Kota Mojokerto Tiap Hari Padati MPP Urus Data Bansos

Kredit pensiun itu diberikan kepada para abdi negara yang sudah purna tugas atau yang berumur 60-80 tahun. "Saya kira ini akan berdampak positif baik untuk bank maupun masyarakat yang sudah purna tugas," paparnya.

Ia menyampaikan, sebelumnya BPR Jwalita juga sudah melayani kredit perumahan rakyat (KPR) yang biasanya dilakukan oleh bank-bank umum. KPR itu sendiri sudah berjalan 4-5 tahun.

Selain itu, ia akan tetap berkomitmen untuk fokus kepada UMKM yang ada di Trenggalek. Misalnya saat ada promo di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dengan bunga rendah sebesar 0,81 persen.

"Pada September ini juga ada layanan untuk UMKM dengan bunga rendah 0,9 persen. Ini tentunya menjadi salah satu bukti peningkatan pelayanan kepada UMKM," tutupnya.

Seperti diketahui, produk kredit pensiun merupakan hal baru BPR Jwalita. Di mana bank milik Pemkab tersebut bekerjasama dengan bank potong atau bank lain. Kemudian dengan pihak asuransi agar bisa mem-back up terhadap resiko.

Terobosan tersebut merupakan inovasi yang awalnya titik saran adalah usia produktif, kini bergeser ke usia non produktif atau kelompok pensiunan (*)