BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal Lewat Komunitas Masjid dan Lingkungan Warga

Jurnalis: Ismail Hasyim
Editor: Dendy Ganda Kusumah

12 Mar 2026 10:08

Thumbnail BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Pekerja Informal Lewat Komunitas Masjid dan Lingkungan Warga
BPJS Ketenagakerjaan memperluas perlindungan pekerja informal lewat komunitas masjid dan lingkungan warga (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – BPJS Ketenagakerjaan menggandeng pengurus masjid serta perangkat RT dan RW untuk memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal hingga ke lingkungan masyarakat.a kerja dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.

Pendekatan berbasis komunitas dinilai efektif untuk menyentuh pekerja informal yang selama ini belum seluruhnya terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Indriyatno, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya perluasan perlindungan melalui jalur komunitas tersebut. Menurutnya, strategi tersebut sangat relevan, terutama di wilayah Madura yang memiliki jumlah pekerja informal cukup besar.

“Pendekatan melalui komunitas seperti masjid, RT, dan RW sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Indriyatno, Kamis, 12 Maret 2026.

Baca Juga:
Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Ia menambahkan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi agar semakin banyak pekerja informal, mulai dari pedagang kecil, nelayan, hingga pelaku usaha mikro, dapat bergabung sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami ingin semakin banyak pekerja sektor informal di Madura yang terlindungi, sehingga mereka memiliki jaminan jika terjadi risiko kerja maupun musibah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan jaminan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui strategi jemput bola langsung ke lingkungan warga.

“Kami ingin memastikan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor pelayanan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat agar semakin banyak pekerja yang mendapatkan perlindungan,” ujarnya.

Baca Juga:
Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Menurut Saiful, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting karena sebagian besar pekerja informal berada dalam lingkup sosial terdekat, seperti pedagang kecil, tetangga sekitar, hingga pengurus lingkungan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara nasional kepada para pekerja informal di Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, pada Minggu lalu.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan dari program Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga orang ahli waris peserta yang meninggal dunia sebagai bukti nyata manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Saya mengajak masyarakat memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU),” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua DKM Masjid Al Akbar, Deden Edi Soetrisna, yang menyambut baik upaya perluasan perlindungan tersebut. Ia bahkan mendorong agar para pelayan masyarakat di lingkungan masjid juga dapat ikut terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan adanya program ini, imam masjid, marbot, guru ngaji, hingga perangkat RT dan RW di lingkungan masyarakat bisa ikut didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,” ujarnya.

Hal ini merupakan wujud niat baik pemerintah yang telah memberikan keringanan iuran melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025, yakni diskon sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi peserta BPU. (*)

 

Baca Sebelumnya

Dinkes Sleman Siagakan Layanan Medis 24 Jam Selama Libur Idulfitri 2026

Baca Selanjutnya

Polisi Ungkap Tambang Emas Ilegal 200 Ha di Lampung, Hasilkan Rp2,8 Miliar Sehari

Tags:

bpjs Ketenagakerjaan komunitas perluas jangkausn nasabah

Berita lainnya oleh Ismail Hasyim

NasDem Bangkalan Protes Keras, Pemberitaan Tempo Dianggap Menyudutkan Dan Tendensius

15 April 2026 19:16

NasDem Bangkalan Protes Keras, Pemberitaan Tempo Dianggap Menyudutkan Dan Tendensius

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

12 April 2026 14:03

Usai Klarifikasi di KPK, Haji Her Disambut Antusias Warga di Blega

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

10 April 2026 08:02

Dugaan Korupsi BUMD Bangkalan Disorot, LSM Kritik Keras Kinerja Kejaksaan

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

8 April 2026 17:33

Tak Perlu Antre Lama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madura Sebut Klaim Bisa Lewat Antrean Online

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

7 April 2026 14:23

Cukup Bayar Rp75.600 per 9 Bulan, Pekerja Informal Bisa Nikmati Perlindungan Penuh Jamsostek

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

6 April 2026 22:25

Ulama Se-Madura Raya Usulkan Muktamar NU Ke- 35 di Demangan Bangkalan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar