KETIK, TUBAN – BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten Tuban dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperkuat kolaborasi dalam memastikan perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan penandatanganan nota kesepahaman pendaftaran tenaga relawan SPPG di salah satu hotel di Jalan Teuku Umar, Kabupaten Tuban, Selasa, 12 Mei 2026.

Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Tuban, Aulia Rizqi, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada seluruh relawan dan yayasan pengelola dapur mengenai pentingnya perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

Menurutnya, para relawan yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi perlu memperoleh jaminan kesehatan agar dapat menjalankan tugas secara optimal sekaligus mendukung keberlangsungan program pemerintah sebagai upaya menciptakan generasi sehat dan berkualitas.

“Harapan saya bukan hanya pimpinan SPPG saja yang terlindungi, tetapi seluruh relawan wajib didaftarkan BPJS Kesehatan. Setelah kegiatan ini selesai, kami harap seluruh yayasan dan kepala SPPG segera mendaftarkan para relawannya,” ucap Aulia.

Baca Juga:
Pemkab Bojonegoro, BPJS Kesehatan dan Kodim 0813 Sinergi, Luncurkan Desa Sehat JKN dan Penguatan KDMP

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, dr. Roikhan, mengapresiasi langkah kolaboratif BPJS Kesehatan bersama SPPG dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ia menilai sinergi ini turut mendukung percepatan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Tuban sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka stunting melalui penyediaan makanan bergizi yang aman dan sehat.

Roikhan menjelaskan, saat ini cakupan kepesertaan JKN di Tuban terus meningkat dan mendekati target UHC. Menurutnya, perlindungan kesehatan bagi relawan SPPG menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program MBG sekaligus memastikan kualitas makanan yang disajikan tetap aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kami ingin seluruh masyarakat Kabupaten Tuban mudah mengakses layanan kesehatan. Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar para relawan yang menyiapkan makanan bergizi juga berada dalam kondisi sehat dan terlindungi,” katanya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Gianto, menegaskan bahwa perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan dan tenaga pendukung MBG merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional dalam mencetak Generasi Emas Indonesia 2045.

Baca Juga:
Vonis 8 Bulan Oknum ASN Tuban Picu Kekecewaan Korban

Ia mengatakan, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan, tetapi juga oleh aspek kesehatan seluruh relawan yang terlibat dalam proses penyediaannya.

“Kalau ingin menghasilkan makanan sehat, maka seluruh orang yang menyiapkan makanan itu juga harus sehat. Karena itu, hari ini kami memastikan seluruh relawan dan tenaga pendukung SPPG terlindungi Program JKN,” ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan bahwa keberhasilan program pemerintah membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Ia menegaskan BPJS Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, yayasan, dan seluruh pengelola SPPG yang terlibat langsung di lapangan.

“Program besar tidak bisa dijalankan sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan perlindungan kesehatan bagi seluruh relawan dan tenaga pendukung MBG dapat berjalan optimal,” tambahnya.

Selain sosialisasi dan penandatanganan nota kesepahaman, kegiatan tersebut juga diisi dengan skrining kesehatan bagi kepala SPPG dan yayasan sebagai langkah deteksi dini kondisi kesehatan para petugas. BPJS Kesehatan juga menjelaskan mekanisme pendaftaran kolektif peserta JKN bagi tenaga relawan dan pekerja di lingkungan SPPG agar proses kepesertaan dapat berjalan lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. (*)