BMKG Prediksi Hujan dan Petir di Jawa Timur Terjadi hingga Nataru

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Mustopa

6 Des 2024 23:40

Thumbnail BMKG Prediksi Hujan dan Petir di Jawa Timur Terjadi hingga Nataru
Ilustrasi hujan (Foto: BMKG)

KETIK, SURABAYA – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan petir di Kota Surabaya dan wilayah Provinsi Jawa Timur menandai mulai musim penghujan.

Hal ini sesuai diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika. Hujan dan petir diperkirakan terjadi di Kota Surabaya dan wilayah Jawa Timur sampai Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pada saat musim hujan kondisi cuaca didominasi oleh hujan ringan hingga intensitas tinggi, petir dan angin kencang sesaat. Bisa juga terjadi angin puting beliung seperti yang terjadi pekan lalu di Jalan Dharmahusada, Surabaya. 

Kejadian ini mengakibatkan puluhan pohon roboh dan beberapa rumah rusak diterjang angin puting beliung. Sementara hujan deras disertai petir disebabkan oleh perbedaan yang sangat besar antara awan dengan permukaan bumi. 

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

“Petir lebih sering terjadi di wilayah atmosfer yang tidak stabil di daerah tropis yang banyak uap air dan perbedaan suhu yang signifikan,” kata Swasti Ayudia P, Prakirawan stasiun BMKG Juanda, Sidoarjo ketika dihubungi Ketik.co.id, Jumat, 6 Desember 2024. 

Dia menjelaskan hujan lebat bisa terjadi setiap saat. Misalnya, turun hujan pagi, siang atau malam hari. Hal ini akan berlangsung sampai hari Natal dan Tahun Baru. 

“Pada musim hujan sekarang masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi," pinta Ayunda. 

Berdasarkan catatan BMKG, hujan lebat bila menunjukkan angka lebih 4 mm per jam atau kurang dari 8 mm per jam. Hujan sangat lebat lebih 8 mm per jam. Sedangkan gerimis kurang dari 2 mm per jam. 

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Seperti diketahui bencana hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses yang merusak atmosfer, bila hal ini berakibat fatal bagi kehidupan manusia. 

Bencana Hidrometeorologi terjadi akibat cuaca ekstrem atau perubahan iklim yang bisa merusak lingkungan dan infrastruktur. Bencana ini bisa disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, cuaca hujan, temperatur angin dan kelembaban.(*)

Baca Sebelumnya

Kampus IAI NATA Sampang Viral di Tiktok, Siapa Rektornya?

Baca Selanjutnya

IKA Untirta Siap Kerahkan 100 Pengacara Kawal Kemenangan Cagub Banten Andra Soni-Dimyati

Tags:

Hujan petir surabaya Jawa timur Nataru

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar