KETIK, BATU – Sebanyak 190 siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, Kelurahan Sisir, pada Senin, 13 Juli 2026. Selama sepekan, para peserta tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah.
Tetapi juga dibekali pendidikan karakter, penguatan nilai keislaman, budaya anti-perundungan, hingga kepedulian terhadap lingkungan melalui program daur ulang sampah plastik.
Kepala SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, Windra Rizkiyana, mengatakan pada tahun ajaran 2026/2027 sekolahnya menerima enam rombongan belajar dengan total 190 peserta didik baru.
Rangkaian MPLS diawali dengan pra-MPLS pada Minggu, kemudian dilanjutkan kegiatan utama mulai Senin hingga Jumat.
“Tahun ini kami menerima enam kelas dengan total 190 siswa. Sebelum MPLS dimulai, kami mengadakan pra-MPLS pada hari Minggu, kemudian kegiatan inti berlangsung mulai Senin hingga Jumat,” ujarnya.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Mengantar, Pelukan Ayah Hangatkan Hari Pertama Sekolah di SD Muhammadiyah 1 MalangMenurut Windra, seluruh materi MPLS dirancang mengacu pada konsep MPLS Ramah dari Kementerian Pendidikan. Selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta juga dibekali pendidikan karakter sesuai moto sekolah, yakni Islami, Kreatif, dan Berkarakter.
“Karena moto sekolah kami adalah Islami, Kreatif, dan Berkarakter, maka seluruh rangkaian MPLS diarahkan untuk membantu siswa mengenal lingkungan baru sekaligus membangun karakter. Kami juga menguatkan semangat hidup rukun, menanamkan budaya anti-bullying, serta memberikan penguatan karakter kepada anak-anak,” jelasnya.
Sebagai sekolah berbasis Islam, SMP Muhammadiyah 8 juga menjadikan pembiasaan ibadah sebagai bagian penting dalam kegiatan MPLS. Seluruh siswa baru telah mengikuti program Subuh berjamaah sebelum memasuki hari pertama sekolah.
“Kami mengawali kegiatan dengan gerakan Subuh berjamaah yang diikuti seluruh siswa baru. Dalam keseharian mereka juga dibiasakan mengaji, salat berjamaah, serta mengenal lingkungan sekolah dan teman-teman baru,” katanya.
Baca Juga:
Hari Pertama Sekolah di Sidoarjo, Bupati Subandi Semangati Orang Tua, Guru, dan Anak-AnakTak hanya itu, sekolah juga menyiapkan berbagai kegiatan character building yang dikemas lebih menyenangkan untuk memperkuat kerja sama antarsiswa.
“Kami rutin mengadakan kegiatan character building agar anak-anak memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim. Kegiatannya dikemas lebih seru sehingga mereka bisa beradaptasi sekaligus membangun kekompakan,” tambah Windra.
Sebagai sekolah penerima Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, SMP Muhammadiyah 8 turut memasukkan edukasi lingkungan ke dalam rangkaian MPLS.
Seluruh siswa baru diminta membawa tutup botol plastik bekas yang nantinya akan diolah menjadi berbagai karya kreatif.
“Setiap siswa kami minta mengumpulkan tutup botol plastik bekas. Ada yang membawa hingga sepuluh tutup botol. Nantinya limbah plastik tersebut akan kami olah bersama menjadi berbagai kerajinan maupun instalasi seni,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hasil daur ulang tersebut akan dijadikan berbagai produk bernilai guna, seperti plakat, pin, hingga karya seni lainnya yang sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa.
“Selama MPLS mereka akan kami ajari mengolah limbah plastik menjadi karya yang bermanfaat. Ada yang dibuat plakat, pin, dan berbagai bentuk karya seni lainnya,” jelasnya.
Windra berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah serta menjunjung tinggi sikap saling menghargai tanpa adanya perundungan.
“Harapan kami, anak-anak bisa mengenal lingkungan dan teman-teman baru dengan baik. Yang paling penting adalah mereka hidup rukun, tidak ada bullying, sehingga semua bisa belajar dan berkarya dengan bahagia sesuai semangat sekolah kami, yaitu bahagia belajar dan bahagia berkarya,” pungkasnya. (*)