KETIK, SURABAYA – Dunia fashion Surabaya kembali menorehkan prestasi melalui salah satu desainernya, Veni Rosita.

Ia berhasil menampilkan karya yang memadukan batik dengan teknik shibori, hingga menembus pasar internasional di Negeri Sakura, Jepang.

Veni pun mendapat kesempatan memamerkan karyanya di Pusat Perdagangan Indonesia di Osaka.

Ia mengungkapkan, untuk bisa tampil di Jepang bukanlah hal yang mudah.

Sebelum memperoleh kesempatan tersebut, ia harus melalui proses kurasi yang ketat dan selektif, bersaing dengan 16 merek fashion dan aksesori dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Hardiknas 2026 di Grahadi Tampil Beda, Gubernur Khofifah Bangga Paskibra Lintas Jenjang dan Pidato 5 Bahasa Siswa

"Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tekstil lintas negara bisa saling melengkapi satu sama lain. Teknik Shibori yang dikenal sebagai warisan budaya Jepang, kami gabungkan dengan keindahan motif batik Indonesia," katanya pada Senin, 4 Mei 2026.

Menurutnya dari hasil percampuran dua budaya itu melahirkan karya unik dan lain daripada karya serupa. 

"Hasilnya sangat unik, tetap terlihat modern namun tidak kehilangan makna dan nilai budayanya," jelasnya.

Lebih lanjut, karya buatannya tidak hanya mengedepankan sisi keindahan saja, melainkan memiliki nilai-nilai luhur di dalamnya. Sehingga setiap karya punya cerita masing-masing.

Baca Juga:
SK Gubernur Jatim Turun, Syaifuddin Zuhri Segera Dilantik Jadi Ketua DPRD Surabaya

"Kehadiran kami di sini menjadi bukti bahwa karya anak bangsa mampu menjadi jembatan yang menghubungkan budaya Indonesia dan Jepang, sekaligus membuka jalan untuk kerja sama yang lebih luas di tingkat dunia," ungkap pemilik Rosita Batik Shibori ini.

Veni menerangkan, selama di Osaka tidak hanya ikut pameran saja, melainkan juga ambil bagian dalam rangkaian kegiatan, seperti pemotretan produk, pertunjukan busana yang digelar di kawasan Sannomiya Street. Lokasi itu merupakan pusat keramaian Kota Kobe.

"Pengalaman ini sangat berharga sekali. Kami bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung, sekaligus mempelajari lebih dalam mengenai selera dan karakteristik pasar fashion di Jepang," pungkasnya. (*)