Bidik Jatim Net Zero Emission 2050, Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Energi Terbarukan

6 Maret 2026 17:23 6 Mar 2026 17:23

Thumbnail Bidik Jatim Net Zero Emission 2050, Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Energi Terbarukan

Gubernur Jawa Timur Khofifah (tengah) bersama CEO Swaniti Initiative (kanan) dan Wakil Gubernur Emil Dardak (kiri) di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu, 4 Maret 2026 (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Swaniti Initiative ke Jawa Timur pada Rabu, 4 Maret 2026. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momentum strategis dalam mempercepat target Net Zero Emission (NZE) di provinsi tersebut.

Net Zero Emissions merupakan kondisi ketika jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer seimbang dengan jumlah emisi yang diserap kembali atau dihilangkan dari atmosfer. Indonesia sendiri telah menetapkan target untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060.

Dalam pertemuan tersebut, strategi pengembangan energi terbarukan, ekonomi hijau, serta rencana pembentukan konsorsium sektor swasta melalui program Meridian Collective menjadi fokus pembahasan.

"Kami menyambut baik kunjungan Swaniti Initiative yang berpusat di Houston, Amerika Serikat, ke Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat target provinsi menuju Net Zero Emission 2060," ujar Khofifah.

Ia menambahkan, meskipun target nasional Net Zero Emission ditetapkan pada 2060, percepatan hingga 2050 sangat mungkin dicapai jika seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi.

"Jika semua elemen bergerak bersama dan melaksanakan langkah nyata, percepatan target Net Zero Emission hingga 2050 dapat diwujudkan," terangnya.

Sejauh ini, lanjut Khofifah, Jawa Timur telah menjalankan sejumlah program strategis untuk mempercepat pencapaian NZE pada 2050. Beberapa di antaranya adalah pengembangan PLTB Wongsorejo Banyuwangi berkapasitas 50 MW, pemanfaatan PLTS atap bagi pelanggan dan institusi, serta pemberian insentif pajak 0 persen untuk kendaraan listrik.

Selain itu, program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim juga terus digencarkan, seperti program Mangrove Lestari, pengelolaan sampah terpadu, rehabilitasi pesisir, serta penguatan sektor pertanian.

Oleh karena itu, inisiasi Swaniti Initiative melalui program Meridian Collective dinilai sejalan dengan komitmen Jawa Timur dalam mempercepat transformasi energi dan pembangunan rendah karbon.

"Pada prinsipnya program ini sangat bagus. Mungkin bisa di-break down lebih detail lagi, lebih konkret program apa yang bisa kita kerjasamakan. Mungkin ada program yang lebih spesifik, sehingga ketika program ini dilaksanakan dapat memberikan dampak yang baik pada green economy, ketahanan iklim, serta membuka ruang kerja baru bagi masyarakat," katanya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik inisiasi yang dilakukan Swaniti Initiative. Menurutnya, Jawa Timur di bawah arahan Gubernur Khofifah terus mendorong pengembangan energi terbarukan dan ekonomi hijau melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional.

"Partisipasi Jawa Timur dalam forum internasional, termasuk di Davos, membuka peluang besar bagi pengembangan energi terbarukan. Ini bukan sekadar profil provinsi, tetapi kesempatan nyata untuk berbagi praktik terbaik serta mendapatkan dukungan teknologi dan pembiayaan dari mitra global," katanya.

Selain memperkuat kolaborasi global, Emil juga menekankan pentingnya peran sektor swasta dalam percepatan transisi energi. Ia menilai konsorsium yang melibatkan perusahaan nasional maupun internasional dapat memastikan proyek energi terbarukan berjalan secara terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Jika pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra internasional seperti Swaniti bersinergi, setiap proyek energi terbarukan dapat mendorong pertumbuhan green economy, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan iklim di Jawa Timur," ujarnya.

Sementara itu, CEO Swaniti Initiative, Rwitwika Bhattacharya, mengapresiasi perhatian Gubernur Khofifah terhadap percepatan energi terbarukan di Jawa Timur.

Ia menilai komitmen Jawa Timur dalam transisi energi dan pembangunan rendah karbon menjadi kunci untuk menarik kerja sama internasional serta investasi hijau.

"Kami sangat mengapresiasi kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah dalam mendorong energi terbarukan di Jawa Timur. Transisi energi tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat Jawa Timur," katanya.

Ia juga menyoroti rencana pembentukan konsorsium sektor swasta untuk memperkuat implementasi proyek energi terbarukan, meningkatkan efisiensi teknologi, serta memperluas akses pembiayaan.

"Kami berencana membentuk konsorsium yang melibatkan private sector, khususnya di bidang energi terbarukan. Kolaborasi ini akan memastikan proyek berjalan terintegrasi, berdampak nyata bagi masyarakat, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Jawa Timur," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Swaniti Initiative Net Zero Emission Ekonomi Hijau Energi Terbarukan Gedung Grahadi