KETIK, SURABAYA – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) berharap permasalahan yang saat ini dihadapi para pengembang segera mendapatkan solusi dari pemerintah.

Harapan itu disampaikan oleh Ketua Apersi Junaidi Abdillah usai mengikuti pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia (PKP RI) Maruar Sirait, di SMPN 27 Surabaya pada Minggu, 3 Mei 2026.

"Yang pasti kami bahagia Apersi kumpul dengan Pak Menteri, Ibu Gubernur, dan Wali Kota Surabaya untuk mendapatkan informasi terkait kendala-kendala terhadap program 3 juta rumah yang dialami oleh para pengembang," katanya.

Junaidi menjelaskan apa saja kendala yang dihadapi oleh para pengembang, seperti peta Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Menurutnya dua kendala itu masih kerap dialami oleh laga pengembang, saat hendak melakukan pembangunan di perumahan.

Baca Juga:
Khofifah dan 5.000 Umat Hindu Jatim Serukan Perdamaian Global di Dharma Shanti Nyepi

"Selama ini para pengembang sudah membeli tanah, sudah berinvestasi, tapi faktanya tidak bisa dikerjakan. Semoga apa yang disampaikan Pak Menteri terkait kolaborasi dengan para pengambil kebijakan, keputusan cepat terselesaikan," jelasnya.

Ia berharap dengan cepat terselesaikannya hambatan itu, dapat mendukung program pemerintah juga mengenai program tiga juta lahan.

Sementara itu usai bertemu dengan Menteri Ara - panggilan akrab Maruarar Sirait, menurut Junaidi membuat anggotanya di Apersi bersemangat.

"Ini energi yang luar biasa. Selama ini teman-teman gelisah bagaimana programnya terhambat, investasinya terhambat, dan nanti akan menganggu produksi perumahan," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Bertemu Apersi di Surabaya, Menteri Perumahan Umumkan PBG Gratis dan RTRW Dipermudah