KETIK, MOJOKERTO – Di tengah maraknya tren kuliner media sosial, masyarakat kini kian antusias berburu menu-menu kekinian. Fenomena ini ditangkap jeli oleh gerai “Up To Date” yang hadir dengan konsep unik di Kota Mojokerto. Menghadirkan berbagai menu yang tengah digandrungi, gerai ini sukses mencuri perhatian warganet.
Pegawai gerai, Sayyid Dzaki Al Baihaqi, menjelaskan bahwa "Up To Date" mulai beroperasi sejak Februari 2024. Target pasar utamanya adalah kalangan remaja. Konsep yang diusung pun dinamis: mengikuti tren makanan dan minuman yang sedang viral agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Menurut Sayyid, kunjungan pelanggan biasanya melonjak pada jam-jam tertentu.
“Gerai “Up To Date” biasanya ramai pengunjung setelah waktu Magrib hingga sekitar pukul 20.00 WIB dan semakin banyak pengunjung pada malam Minggu,” ujarnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Selain menawarkan menu kekinian, gerai ini juga berada di lokasi yang cukup strategis, tepatnya di Jalan Benteng Pancasila No.10, Mergelo, Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Bagi masyarakat yang ingin ke sana, titik acuan yang paling mudah adalah Pos Polisi 906. Dari pos tersebut, pelanggan cukup melaju lurus, kemudian melakukan putar balik dan mengambil sisi kiri jalan hingga menemukan gerai yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat jajanan karena di sekitarnya banyak pedagang kuliner lainnya, mudah diakses dan kerap menjadi tujuan masyarakat saat mencari tempat makan.
Gerai “Up To Date” minuman viral es teler teko sebagai salah satu best seller di pusat Kota Mojokerto pada Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Dina Elwarda/ketik.com)
Salah satu menu yang paling diminati pengunjung adalah es teler teko. Minuman ini disajikan dalam wadah teko sehingga tampil berbeda dari es teler pada umumnya. Penyajiannya yang unik menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pelanggan yang gemar mencoba kuliner viral.
Salah satu pembeli, Rubaiyah, mengaku puas dengan porsi yang dinilai cukup banyak. “Menurut saya rasanya enak dan porsinya juga banyak. Cocok diminum bersama-sama, jadi nggak perlu beli banyak,” ujar Rubaiyah.
Es teler teko dibuat dari campuran potongan buah segar seperti melon, semangka, nangka, dan alpukat yang dipadukan dengan berbagai jenis jelly, susu kental manis, serta bahan pelengkap lainnya. Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa manis yang pas dan menyegarkan.
Pelanggan lainnya, Putri, juga memberikan penilaian positif terhadap menu yang dicobanya, terutama dari segi rasa dan porsi.
“Menurut aku manisnya pas dan nggak bikin enek. Porsinya juga nggak pelit, bisa untuk sharing bareng teman atau keluarga, jadi menurutku worth it si,” ujar Putri.
Gerai “Up To Date” menawarkan es teler teko dengan berbagai harga sesuai dengan ukuran tekonya yaitu mulai dari Rp25.000 hingga Rp35.000. Sementara itu menu lainnya tetap ditawarkan dengan harga terjangkau yaitu mulai dari Rp10.000 per porsi, meskipun ada beberapa menu tertentu yang dijual dengan harga Rp98.000.
Berbagai menu viral yang ditawarkan “Up To Date” Kota Mojokerto untuk menarik pengunjung pada Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: Dina Elwarda/ ketik.com)
Dalam upaya mempertahankan minat pelanggan, “Up To Date” secara rutin memperbarui menu mengikuti tren kuliner yang berkembang di media sosial. Menu lama yang sudah jarang diminati akan dihapus dan digantikan dengan sajian baru yang lebih sesuai dengan selera pasar.
Tak hanya mengandalkan lokasi strategis, “Up To Date” juga aktif mempromosikan produknya melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Strategi tersebut sempat membuat gerai ini viral dan ramai dikunjungi.
Sebelumnya, penjualan es teler teko di gerai ini mampu mencapai sekitar 20 hingga 25 porsi per hari. Namun, memasuki musim hujan, angka penjualan mengalami penurunan hingga berkisar 4 sampai 5 porsi per hari.
Es teler teko ini menunjukkan bagaimana inovasi penyajian mampu menarik perhatian pasar, terutama kalangan remaja. Namun, dinamika penjualan juga memperlihatkan bahwa tren dan faktor cuaca tetap berpengaruh terhadap minat konsumen. Di tengah cepatnya perubahan selera dan arus media sosial, pelaku usaha dituntut terus beradaptasi agar tetap relevan. (*)
