KETIK, TUBAN – Sebuah video berdurasi 12 detik memperlihatkan temuan ulat dalam menu sayur beredar luas di penerima manfaat (PM). Video diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Montong, Kabupaten Tuban, Kamis 16 April 2026.
Informasi dihimpun menyebutkan, video pertama kali diperoleh dari salah satu wali murid di RA Nurul Hakim dan SDN Gowoterus 2. Dalam rekaman singkat itu, terlihat adanya ulat pada menu sayur yang diduga kuat bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun disayangkan, saat dilakukan upaya konfirmasi kepada pihak satuan pendidikan, tidak ada laporan resmi dari PIC disampaikan terkait kejadian kepada SPPG Montong Talun 2. Termasuk melacak unggahan menu di akun sosial media baik Instragram, TikTok milik dapur SPPG Montong Talun 2. Tidak ditemukan unggahan terkait menu MBG dalam 1 periode atau 12 hari berjalan mulai hari Kamis 16 April 2026.
Padahal kala kunjungan kerja di kabupaten Tuban, Wakaban BGN, Irjen Pol (Pur) Sony Sanjaya telah mewajibkan seluruh SPPG se-Indonesia untuk selalu aktif mengedukasi masyarakat lewat medsos.
Diketahui,penerima manfaat di RA Nurul Hakim dan SDN Guwoterus 2 mendapatkan distribusi makanan dari SPPG Talun 2 Montong sebagai bagian dari program MBG.
Upaya konfirmasi terhadap vidio beredar itu, Kepala SPPG Talun 2 Montong, Wahyu, dari siang hingga malam ini belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan ulat dalam menu sayur yang diduga dari dapurnya. Upaya konfirmasi dilakukan belum mendapatkan respons.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid terkait kualitas dan kebersihan makanan yang disalurkan dalam program pemenuhan isi perut tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut pihak - pihak terkait.
Korwil Tuban Terus Bungkam
Upaya konfirmasi juga diteruskan kepada Korwil Tuban, Aulia Rizki. Tetapi tidak mendapatkan respon. Bahkan, informasi diterima oleh Mitra Dapur Mandiri kinerja aparatur BGN di tingkat kabupaten ini, dari keterangan dikenal tidak peduli terhadap pelaksanaan tatakelola SPPG maupun skema pembagian PM di kabupaten Tuban. Mitra dapur menyebutkan bahwa, adanya indikasi korwil telah terafiliasi dengan sebagian dapur operasional di kabupaten Tuban.
"Korwil tidak responsif. MBG sudah setahun lebih jalan tapi kinerja Korwil hanya ngekor oknum-oknum tertentu. Parahnya, tidak peduli," kata salah satu mitra SPPG Mandiri yang dapurnya tergantung prosesnya. (*)
