KETIK, SEMARANG – Ormas Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) mencatatkan prestasi fenomenal pada awal tahun 2026 sekaligus hadiah ulang tahun dengan memecahkan dua rekor sehingga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Di sela peringatan HUT ke-80 Muslimat NU di Semarang pada Sabtu, 11 April 2026, Muslimat menerima piagam pemecahan rekor MURI kategori organisasi masyarakat perempuan dengan jumlah profesor perempuan terbanyak di Indonesia.
Penghargaan kedua adalah kegiatan yang memecahkan rekor MURI sebagai forum nasional melibatkan profesor perempuan lintas disiplin ilmu terbanyak.
Dua penghargaan pemecahan rekor tersebut diserahkan langsung oleh Direktur MURI Semarang Ari Indriani kepada Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
"Tingkat intelektualitas mendorong perempuan mempunyai jabatan publik salah satunya profesor untuk meningkatkan kapasitas perempuan agar eksis secara kapabilitas dan probalitas sehingga menularkan pembangunan yang positif bagi bangsa Indonesia," kata Ari.
Sementara itu, Khofifah yang juga Gubernur Jatim mengapresiasi dan mengaku bangga atas penghargaan berupa pemecahan rekor MURI yang melibatkan warga Muslimat tersebut.
Pada kesempatan sama juga dilakukan pengukuhan 400 paralegal MuslimatNU se-Jawa Tengah sebagai langkah strategis memperkuat akses keadilan bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak di tingkat akar rumput.
Khofifah menegaskan bahwa pengukuhan paralegal ini merupakan bagian dari penguatan peran Muslimat NU dalam membangun perlindungan hukum, sosial, dan kebangsaan yang lebih inklusif khususnya sebagai penanda HUT ke-80 Muslimat NU.
"Deklarasi paralegal sudah dimulai sejak Juni 2025. Dan hari ini telah dikukuhkan paralegal di Jawa Tengah. Selamat bertugas karena problematika akses keadilan masyarakat lini terbawah harus tersentuh," ujar Khofifah. (*)
