KETIK, MALANG – Perubahan besar dirasakan oleh Adhi Darma Sisworo, warga Jalan Sunan Kalijogo 20 RT 05 RW 02, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Ia mendapatkan bantuan bedah rumah dari Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur.

Saat ditemui di kediamannya, rumah yang dulunya tampak rapuh kini telah berubah menjadi lebih kokoh dan layak huni. Selama hampir 10 tahun, Adhi dan keluarganya tinggal di rumah dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Sebagian besar ruangan hanya ditutupi banner dan kain yang digunakan sebagai sekat.

"Kondisi rumah tempat tinggal kami dulu, kamar utamanya merupakan bekas ruang tamu, sedangkan ruangan lainnya hanya ditutup menggunakan banner saja," ujarnya, Kamis, 25 Juni 2026.

Adhi tinggal bersama istri dan empat anaknya di rumah berukuran 6 x 5 meter dengan lantai yang masih berupa tanah. Dengan enam anggota keluarga yang menempati bangunan tersebut, mereka harus menyiasati keterbatasan ruang setiap hari.

Bahkan sebelum mendapatkan bantuan perbaikan, kamar mandi di rumah tersebut juga belum memiliki penutup yang layak.

Baca Juga:
Konser Musik hingga Fun Run, PHRI: Event Besar Jadi Kunci Tingkatkan Kunjungan ke Malang

"Jadi memang harus ada perjuangan untuk bagaimana kami bisa merehabilitasi rumah ini. Alhamdulillah, pada bulan Juni ini kami mendapatkan bantuan dari Kwartir Daerah Pramuka Jawa Timur," tuturnya.

Rumah Adhi dan keluarga sebelum mendapatkan bantuan program bedah rumah. (Foto: Pramuka Jatim)

Berkat bantuan dari Pramuka Jawa Timur, Adhi dan keluarganya merasa bersyukur karena kini dapat tinggal di rumah yang lebih layak. Mereka tidak perlu lagi khawatir air masuk hingga ke dalam rumah saat hujan turun.

Melalui program bedah rumah tersebut, sejumlah perbaikan dilakukan, mulai dari pembangunan pondasi, pemasangan dinding menggunakan bata ringan agar lebih kokoh, hingga pemasangan atap untuk melindungi penghuni dari hujan maupun panas matahari.

Baca Juga:
Cetak Relawan Kemanusiaan, Pramuka Kota Malang Buka Rekrutmen Brigade Penolong

Saat ini, Adhi masih menunggu bantuan pemasangan sambungan listrik mandiri untuk rumahnya. Sebelumnya, ia harus berbagi aliran listrik dengan rumah ibu mertuanya yang berada tepat di sebelah rumahnya.

"Untuk listrik, kami masih berbagi dengan rumah utama atau rumah mertua. Jadi kami harus pintar-pintar mengatur penggunaannya. Rumah utama berada di sebelah timur," ungkapnya.

Pembangunan rumah tersebut telah berlangsung sejak 9 Juni dan selesai pada 24 Juni 2026. Meski demikian, Adhi masih harus melakukan sejumlah pembenahan secara bertahap dan mandiri.

"Proses pembangunan dibantu oleh rekan-rekan Pramuka bersama tenaga kerja di sini. Jadi ada kolaborasi antara pekerja bangunan dengan anggota Pramuka selama proses pembangunan berlangsung," pungkasnya.