KETIK, BATU – Sebanyak 38 kontingen diperkirakan memeriahkan ajang tahunan Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026 yang digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Mengusung tema “Harmoni Sinergi Semesta”, perhelatan ini menghadirkan perpaduan seni bunga, kreativitas, musik, dan kekayaan budaya lokal dalam satu parade di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu.

Karnaval dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Titik pemberangkatan berada di depan Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, sedangkan garis akhir parade berada di Perempatan Galeri Raos.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa peserta BAFC 2026 berasal dari berbagai unsur, mulai dari komunitas seni, perangkat Pemerintah Kota Batu, mitra perbankan, hingga perwakilan wilayah dan sektor pariwisata.

Berdasarkan estimasi susunan acara (rundown), jumlah peserta mencapai sekitar 38 kontingen. Mereka terdiri atas kelompok street percussion, unsur pemerintah daerah, perbankan, serta perwakilan Kecamatan Junrejo, Batu, dan Bumiaji beserta seluruh kelurahan dan desa di wilayah masing-masing.

Baca Juga:
Jalan Hasanudin Batu Sudah Mulus Tapi Masih Ditutup, DPUPR: Tunggu Traffic Light

Selain itu, sejumlah pelaku usaha dan sektor pariwisata juga turut ambil bagian, di antaranya Baloga, Mikutopia, Perumdam Among Tirto, PT Selecta, Santera de Laponte, Kaliwatu Group, dan Proflorist Batu.

“Dari sisi teknis, setiap kontingen diwajibkan melibatkan sedikitnya 20 orang dan maksimal 50 orang yang mencakup penampil serta kru lapangan. Sementara itu, jumlah kendaraan hias dibatasi paling banyak dua unit untuk setiap kontingen,” paparnya, Jumat, 30 Oktober 2026. 

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, BAFC tahun ini mengedepankan semangat kebersamaan melalui konsep parade yang tidak berorientasi pada perlombaan.

Penyelenggara memberikan ruang bagi setiap peserta untuk menampilkan kreativitas, ekspresi seni, dan kolaborasi dalam satu rangkaian pertunjukan.

Baca Juga:
Terima Peta Kawasan Hutan, Wawali Batu Mas Heli: Pastikan Kelestarian Alam dan Warga Sejalan

“Konsep partisipasi peserta tahun ini bersifat tidak dilombakan. Fokusnya pada kolaborasi, ekspresi seni, dan pawai bersama,” jelas Onny.

Selain menampilkan kreativitas melalui kendaraan hias dan kostum karnaval, penyelenggaraan tahun ini juga memperkuat pengangkatan narasi budaya lokal.

Sejumlah legenda dan cerita rakyat khas Kota Batu akan menjadi bagian dari pertunjukan, di antaranya Putri Gunung Banyak dan Sungai Brantas.

Nilai warisan budaya takbenda (Intangible Cultural Heritage) juga diintegrasikan melalui kirab budaya yang mengangkat tradisi gotong royong khas Kota Batu.

Onny memaparkan bahwa pemilihan tema “Harmoni Sinergi Semesta” dilandasi pemaknaan bunga yang lebih luas. Bunga tidak hanya ditempatkan sebagai elemen dekoratif, tetapi juga menjadi representasi seni, identitas Kota Batu, kekuatan budaya, serta simbol kehidupan yang menghubungkan manusia dengan alam.

“Melalui perpaduan bunga, seni, budaya, alam, musik, gerak, teknologi, dan kreativitas, tema ini dirancang untuk menghadirkan sebuah spektakel yang tumbuh dari kekayaan lokal Kota Batu,” ungkapnya.

Konsep besar tersebut kemudian diterjemahkan melalui tiga pilar utama, yakni Folklore Legend, Blooming Beyond Imagination (Floral Fantasy), dan Intangible Cultural Heritage. Ketiganya menjadi landasan untuk menyatukan unsur legenda, imajinasi seni bunga, serta warisan budaya dalam rangkaian BAFC 2026.

Onny mengajak masyarakat dan wisatawan untuk menyaksikan langsung parade kendaraan hias bunga, kostum karnaval, serta atraksi budaya yang melintasi Jalan Panglima Sudirman.

“BAFC 2026 menjadi salah satu agenda dalam Kalender Event Wisata Kota Batu yang menghadirkan kolaborasi seni dan budaya sebagai daya tarik pariwisata daerah,” pungkasnya.