KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pelantikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan periode 2025-2028 tak hanya menjadi agenda seremonial. Di forum itu, Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hasan Ali Bassam Kasuba menaruh harapan besar agar KNPI hadir sebagai organisasi yang kritis, tetapi tetap solutif dalam menjawab berbagai persoalan kepemudaan di daerah.
Bassam menegaskan, sikap kritis yang dimiliki pemuda harus diarahkan untuk melahirkan gagasan dan solusi yang berdampak nyata. Menurut dia, pemuda Halsel harus tampil produktif di tengah besarnya potensi daerah yang belum sepenuhnya digarap maksimal.
“KNPI Halmahera Selatan alhamdulillah telah dilantik. Ini merupakan organisasi kritis. Saya kira kalaupun kritis, harus juga solutif, mampu memberikan solusi yang berdampak besar,” kata Bassam dalam sambutannya Sabtu, 11 April 2026.
Bassam lalu mengaitkan peran pemuda dengan kondisi Indonesia yang sedang berada pada fase bonus demografi. Menurutnya, tingginya usia produktif harus menjadi kekuatan pembangunan, bukan malah berubah menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik.
“Indonesia saat ini memang berada pada posisi bonus demografi. Pertumbuhan usia produktif itu sangat tinggi. Jangan sampai usia produktif itu bukan menjadi bonus, tapi kemudian menjadi bencana, karena tidak mampu mendorong generasi muda kita untuk berinovasi, berkreasi, dan mampu menghadirkan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Halsel melalui visi agromaritim ingin membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak muda untuk bertumbuh. Sebab, jika hanya bergantung pada sektor industri tambang dan pengolahan, kesempatan yang tersedia dinilai belum bisa menjangkau seluruh pemuda di Halsel secara merata.
Karena itu, Bassam menilai sektor agromaritim harus menjadi jalan bersama yang bisa dikelola langsung oleh generasi muda. Ia menggambarkan bahwa potensi kelautan dan perkebunan di Halsel sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, hanya saja selama ini belum dipandang sebagai ruang masa depan yang membanggakan.
“Kalau kita berbicara agromaritim, saya sering membahasakan mungkin di depan rumah kita lautnya ada, mungkin belakang rumah kita juga bisa kita kelola posisinya. Dan kita berharap pemuda-pemuda yang ada di Halsel memiliki pikiran-pikiran yang maju, pikiran-pikiran kolaborasi yang produktif untuk bersinergi dengan semua pihak,” ucapnya.
Bassam mengaku, salah satu tantangan yang masih sering ditemui adalah rasa minder sebagian pemuda untuk kembali mengelola kebun keluarga maupun potensi kelautan yang diwariskan orang tua mereka. Padahal, menurut dia, sektor-sektor itulah yang justru menyimpan peluang besar bagi masa depan Halsel.
Ia bahkan menyebut Halsel sebagai “peti harta karun” di Indonesia timur yang belum sepenuhnya dibuka dan dioptimalkan. Bagi Bassam, potensi sebesar itu hanya bisa digerakkan secara serius bila pemuda hadir sebagai motor utama pembangunan.
“Halmahera Selatan itu disebut peti harta karun di Indonesia timur mengutip pernyataan Kepala LAN. Peti harta karun yang belum dibuka, belum dioptimalkan, belum dimaksimalkan. Dan potensi-potensi itu hanya bisa dilakukan oleh para pemuda,” tutur Bassam.
Dalam kesempatan itu, Bassam juga mengingatkan bahwa kritik tidak boleh lahir dari ego sektoral atau semangat untuk memisahkan diri. Ia menilai, yang dibutuhkan saat ini adalah kebersamaan, persatuan, dan kemauan untuk duduk bersama mencari jalan keluar atas persoalan daerah.
“Saat ini sudah tidak zamannya lagi karena gengsi, karena ego kemudian kita memisahkan diri. Saat ini yang paling penting adalah kebersamaan, persatuan, untuk kemudian melihat bagaimana mengembangkan potensi dan memberikan solusi ke depan,” katanya.
Bassam juga menyinggung berbagai persoalan kepemudaan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemberdayaan UMKM, hingga pemanfaatan akses pembiayaan produktif seperti kredit usaha rakyat atau KUR. Menurut dia, peluang-peluang semacam itu harus benar-benar dibaca dan dimaksimalkan oleh generasi muda.
Ia berharap, pelantikan KNPI Halsel periode 2025-2028 menjadi titik awal lahirnya semangat baru di kalangan pemuda. Pemkab Halsel, lanjut Bassam, membuka ruang kolaborasi dan diskusi agar program pemerintah daerah bisa lebih dekat dengan kebutuhan anak muda.
“Mudah-mudahan dengan pelantikan ini bisa termotivasi, lebih semangat. Selaku pemerintah daerah kami siap berkolaborasi, siap untuk berdiskusi bersama-sama kira-kira program pemerintah daerah seperti apa yang mau kita bangun yang kemudian memiliki kedekatan kepada adik-adik pemuda yang ada di Halsel,” ujar Bassam.
Dalam pelantikan itu, Taslim Abdirahim resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua KNPI Halmahera Selatan periode 2025-2028. Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua KNPI Maluku Utara Sukri Ali. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
