KETIK, JAKARTA – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Nepal dan Tibet, China, pada Rabu, 26 Agustus 2026 menyebabkan lebih dari 1.000 orang dilaporkan hilang. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan wisatawan yang sedang berada di kawasan terdampak.

Dari laporan The Guardian, Badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan, hingga Kamis, 27 Agustus 2026, sebanyak 823 orang masih belum berhasil dihubungi setelah lebih dari 24 jam sejak bencana terjadi.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 579 orang diketahui merupakan wisatawan, baik warga Nepal maupun turis asing.

Selain korban hilang, sedikitnya 165 orang telah dikonfirmasi meninggal dunia akibat bencana yang melanda kedua wilayah tersebut.

Sementara di wilayah China, sebanyak 558 orang lainnya dilaporkan masih hilang. Pihak berwenang hingga kini masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban secara akurat.

Baca Juga:
Waspada Musim Hujan, BPBD Kota Batu Bersihkan 109 Titik Rawan Sumbatan di Hulu DAS Brantas

Sebagai informasi, pada Rabu, 26 Agustus 2026, terjadi banjir bandang. Banjir itu terjadi secara tiba-tiba yang menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah.

Hingga kini, tim penyelamat gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban hilang, termasuk wisatawan yang diketahui berada di lokasi terdampak. (*)

Baca Juga:
Cegah Banjir Bandang, Pemkot Batu Bersihkan Sungai Curah Krecek dari Sampah dan Pohon Tumbang