Bandel! Pemilik Enggan Divaksin, Dua Sapi di Pacitan Mati Terserang PMK

Editor: Al Ahmadi

28 Jan 2026 14:12

Thumbnail Bandel! Pemilik Enggan Divaksin, Dua Sapi di Pacitan Mati Terserang PMK
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso, saat memberikan keterangan terkait kasus kematian sapi akibat PMK dan pentingnya vaksinasi ternak, Rabu, 28 Januari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Kebandelan sebagian pemilik ternak di Kabupaten Pacitan benar-benar bikin geleng-geleng kepala.

Akibatnya, dua ekor sapi dilaporkan mati setelah terserang penyakit mulut dan kuku (PMK) baru-baru ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso mengungkapkan, setelah dilakukan penelusuran, kematian ternak tersebut bukan semata-mata karena serangan PMK, melainkan karena ternak tidak mendapatkan perlindungan vaksin. 

“Setelah kita telusuri penyebabnya itu karena memang yang bersangkutan menolak tidak boleh divaksin ternaknya. Akhirnya ketika terserang penyakit, hewannya mati,” jelasnya kepada Ketik.com, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Sugeng merinci, kasus kematian sapi tersebut terjadi di dua wilayah berbeda. Satu sapi milik peternak di Kecamatan Tulakan dan satu sapi milik peternak asal Kecamatan Arjosari.

Padahal, sebutnya, vaksinasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan ternak saat terserang PMK. 

“Sebenarnya, meskipun terkena PMK, jika ternaknya sudah divaksin, potensi disembuhkannya lebih tinggi,” ungkapnya.

Menurut Sugeng, kejadian ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi para peternak. 

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

“Kita ambil sisi positifnya, untuk evaluasi bagi peternak jika ternaknya tidak dilakukan vaksinasi. Vaksinasi ini juga termasuk pemberian vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak,” imbuhnya.

Terkait kondisi peternakan di Pacitan secara umum, Sugeng menyampaikan bahwa kemunculan kembali penyakit hewan menular sudah diprediksi sejak tahun lalu.

Bahwa, virus ternak akan merebak kembali pada akhir tahun dan awal tahun 2026, seiring mulai memasuki musim penghujan.

"Yang perlu diwaspadai PMK, LSD, dan beberapa penyakit yang lain," imbaunya.

Terkait ketersediaan vaksin, Sugeng menyampaikan bahwa pada akhir Januari ini Pacitan mendapatkan tambahan alokasi vaksin PMK sebanyak 15 ribu dosis dari Pemerintah Provinsi. 

"Hari ini diambil di Surabaya. Tahun ini, fokus vaksinasi diarahkan pada PMK dan Antraks, akan dijalankan secara bersamaan sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.

Menanggapi isu dampak PMK terhadap harga sapi, Sugeng memastikan kondisi pasar masih aman.

“Tidak ada dampak penurunan harga khususnya sapi, saat ini relatif stabil,” pungkasnya.

Sebagai informasi, secara teori vaksin memiliki masa kekebalan sekitar enam bulan. Oleh karena itu, vaksinasi harus dilakukan secara berkala. 

Enam bulan merupakan masa kekebalan ternak habis, setelah itu harus divaksin kembali. 

"Jadi untuk meningkatkan kekebalan ternak harus dilakukan vaksinasi ulang setiap enam bulan," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pamor Wicaksono : Gelar Pahlawan Nasional Soeharto adalah Bentuk Pengakuan Negara ‎

Baca Selanjutnya

Giat Bina Wilayah PKK Kabupaten Bandung Tekankan Tertib Administrasi dan Optimalisasi Aplikasi Sipandu Bedas

Tags:

PMK Vaksinasi Ternak DKPP Pacitan penyakit hewan sapi Pacitan pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar