AS Batal Serang Iran Usai Dikunjungi Bos Badan Intelejen Israel

Editor: Muhammad Faizin

17 Jan 2026 09:20

Thumbnail AS Batal Serang Iran Usai Dikunjungi Bos Badan Intelejen Israel
Kepala badan intelijen Israel Mossad, David Barnea (kiri) saat menerima kunjungan Penasehat Keamanan AS kala itu, Jake Sullivan di Tel Aviv pada tahun 2023 silam. (Israel Goverment)

KETIK, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memastikan negaranya batal menyerang Iran pada pertengahan bulan Januari 2026 ini. Keputusan itu diambil setelah Trump mengaku mendapatkan informasi bahwa rezim Iran telah menunda keputusan eksekusi mati terhadap ratusan demonstran yang mengguncang Teheran beberapa pekan ini.

Pernyataan pembatalan itu disampaikan Presiden Donald Trump pada Jumat, 16 Januari 2026, saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan. Media Israel, the Times of Israel melaporkan, sejak beberapa hari sebelumnya, Kepala badan intelijen Israel Mossad, David Barnea, dilaporkan berada di Amerika Serikat untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat tinggi pemerintahan AS mengenai Iran.

Kunjungan ini berlangsung di tengah meredanya gelombang protes anti-pemerintah di Iran, menyusul penindakan keras aparat keamanan yang menewaskan banyak demonstran.

Barnea dilaporkan berada di Washington sejak 16 Januari 2026 dan dijadwalkan bertemu dengan pejabat Gedung Putih yang menangani isu Iran. Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai agenda pertemuan tersebut, sumber-sumber diplomatik menyebut pembicaraan itu berfokus pada perkembangan terbaru di Iran dan langkah lanjutan yang mungkin diambil oleh Amerika Serikat.

Baca Juga:
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Kunjungan bos salah satu badan intelejen paling elit di dunia ini terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mempertimbangkan, lalu menahan diri, dari kemungkinan serangan militer terhadap Iran. Situasi di Teheran menjadi perhatian serius Washington dan Tel Aviv sejak akhir Desember 2025, ketika gelombang protes besar pecah akibat krisis ekonomi dan tuntutan perubahan politik.

Protes tersebut dilaporkan mulai mereda dalam beberapa hari terakhir setelah aparat keamanan Iran menekan demonstrasi secara brutal. Meski demikian, laporan media menyebutkan masih terjadi aksi sporadis di sejumlah wilayah, sementara suasana politik di dalam negeri Iran tetap tegang.

Israel disebut sangat mempertimbangkan potensi serangan balik skala maksimal dari Iran jika Amerika Serikat benar-benar menyerang negara teokratis tersebut. Barnea dilaporkan membahas berbagai skenario dengan pejabat elite Amerika Serikat, termasuk dampak penindakan Iran terhadap demonstran, stabilitas rezim di Teheran, serta implikasi keamanan regional. Israel memandang Iran sebagai ancaman strategis utama, baik karena program militernya maupun pengaruhnya melalui kelompok proksi di kawasan.

The Times of Israel juga mencatat bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya telah berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump terkait Iran. Dalam pembicaraan itu, Netanyahu dilaporkan meminta agar Washington menunda langkah militer, menunjukkan adanya koordinasi erat namun juga kehati-hatian di antara kedua sekutu tersebut.

Baca Juga:
Trump: Pangeran Mohammed bin Salman Mencium Pantat Saya

Sementara itu, Trump dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa keputusan AS untuk tidak menyerang Iran dipengaruhi oleh kabar bahwa pemerintah Iran membatalkan rencana eksekusi massal terhadap para demonstran. Trump menyatakan bahwa perkembangan tersebut memiliki dampak besar terhadap keputusannya untuk menahan opsi militer.

Iran sendiri telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas, dan menyebut Amerika Serikat serta Israel sebagai target sah jika konflik bersenjata pecah. Ancaman tersebut menjadi bagian dari kalkulasi strategis yang dipertimbangkan oleh Washington dan Tel Aviv.

Kunjungan Barnea ke AS menegaskan bahwa meskipun protes di Iran mulai mereda, isu Iran masih menjadi prioritas tinggi dalam koordinasi intelijen dan keamanan antara Israel dan Amerika Serikat. Situasi di Teheran dinilai belum stabil, dan perkembangan di dalam negeri Iran tetap dipandang berpotensi memicu eskalasi baru di kawasan.

Hingga pertengahan Januari 2026, tidak ada indikasi bahwa ketegangan ini akan segera mereda sepenuhnya. Keterlibatan langsung kepala Mossad dalam pembicaraan di Washington menunjukkan bahwa Israel dan Amerika Serikat terus menyiapkan berbagai opsi, sambil mencermati dengan saksama dinamika internal Iran dan dampaknya terhadap keamanan regional.

Baca Sebelumnya

Polisi Amankan Delapan Penambang Emas Ilegal di Pasaman Barat

Baca Selanjutnya

Bimtek Kepala Sekolah dan Tendik SR se-Jatim! Kadisdik Jadi Moderator, Prof Nuh beri pesan dan puji kepemimpinan Khofifah

Tags:

Mossad AS Batal Serang Iran David Barnea Donald Trump Intelejen

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H