Apa Filosofi Kalimat “Minal Aidin wal Faizin” yang Sering Diucapkan Saat Lebaran?

Jurnalis: Maulidya Hanin Najahah
Editor: Rahmat Rifadin

20 Mar 2026 02:25

Thumbnail Apa Filosofi Kalimat “Minal Aidin wal Faizin” yang Sering Diucapkan Saat Lebaran?
Ilustrasi keluarga yang sedang merayakan hari raya idul fitri. (Design: Maulidya Hanin Najahah/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Setiap perayaan Eid al-Fitr di Indonesia, hampir semua orang mengucapkan kalimat “Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.” Ucapan ini terdengar di rumah, di masjid, dalam pesan WhatsApp, hingga di berbagai unggahan media sosial. Meski sering diucapkan setiap tahun, tidak sedikit orang yang sebenarnya belum memahami apa makna dan filosofi dari kalimat tersebut.

Secara bahasa, frasa “Minal Aidin wal Faizin” berasal dari bahasa Arab. Kalimat ini secara harfiah dapat dimaknai sebagai “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dan termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan.” Kata ‘aidin berasal dari kata ‘aada yang berarti kembali, sedangkan faizin berasal dari kata faaza yang berarti menang atau memperoleh keberhasilan.

Makna “kembali” dalam konteks Lebaran sering dipahami sebagai kembalinya manusia pada keadaan suci setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Sementara itu, makna “kemenangan” merujuk pada keberhasilan seseorang dalam menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki diri selama bulan suci tersebut.

Ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia, M. Quraish Shihab, dalam bukunya Membumikan Al-Qur’an menjelaskan bahwa Idul Fitri tidak hanya sekadar hari perayaan setelah berpuasa, tetapi juga berkaitan dengan kembalinya manusia kepada fitrah atau kesucian. Ia menerangkan bahwa kata fitri berasal dari kata fitrah, yaitu keadaan asli manusia yang suci sebagaimana diciptakan oleh Allah. Dalam penjelasannya, Quraish Shihab menegaskan bahwa kemenangan yang dimaksud dalam Idul Fitri bukanlah kemenangan atas orang lain, melainkan kemenangan manusia atas dirinya sendiri, terutama dalam mengendalikan hawa nafsu, memperbaiki perilaku, serta meningkatkan ketakwaan selama bulan Ramadan.

Baca Juga:
Perkuat Visi Misi, Pakaidonk Siapkan Ekspansi Luar Negeri

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kalimat “Minal Aidin wal Faizin” hampir selalu disandingkan dengan ucapan “mohon maaf lahir dan batin.” Hal ini menunjukkan bahwa Lebaran tidak hanya memiliki dimensi spiritual antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga dimensi sosial dalam hubungan antarsesama. Karena itu, tradisi saling memaafkan, bersalaman, dan bersilaturahmi menjadi bagian penting dari perayaan Idul Fitri. 

Menariknya, ungkapan “Minal Aidin wal Faizin” justru lebih populer digunakan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara. Di banyak negara Arab, ucapan yang lebih umum digunakan saat Idul Fitri adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum,” yang berarti “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”

Pada akhirnya, filosofi dari kalimat “Minal Aidin wal Faizin” mengingatkan bahwa Lebaran bukan sekadar tentang hidangan khas, pakaian baru, atau liburan bersama keluarga. Lebaran merupakan momentum untuk kembali pada kesucian hati, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama bulan Ramadan. (*)

Baca Juga:
Tinjau Pasar Legi Ponorogo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil Usai Lebaran
Baca Sebelumnya

Sering Ditanya “Kapan Nikah?” Saat Lebaran, Ini Cara Ampuh Menanggapinya

Baca Selanjutnya

Hampir 100 Persen Warga Kota Batu Tercover JKN, Pemkot Kini Fokus Keaktifan Peserta

Tags:

ucapan hariraya Idulfitri minalaidinwalfaiaizn quraishshihab Tradisi filosofi

Berita lainnya oleh Maulidya Hanin Najahah

Cetak Atlet Nasional Sejak Dini, Kadisdik Jatim Dampingi Mendikdasmen Tinjau Pembinaan Atlet di SMANOR Sidoarjo

15 April 2026 15:09

Cetak Atlet Nasional Sejak Dini, Kadisdik Jatim Dampingi Mendikdasmen Tinjau Pembinaan Atlet di SMANOR Sidoarjo

PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

14 April 2026 11:07

PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua

Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid

14 April 2026 10:29

Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

14 April 2026 08:40

Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

13 April 2026 18:24

PWNU Jatim Usulkan Pelembagaan Aswaja Center Jelang Muktamar Ke-35 NU

Prakiraan Cuaca Hari Ini 13 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

13 April 2026 09:20

Prakiraan Cuaca Hari Ini 13 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar