Antisipasi Kenaikan Bahan Pokok, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Intervensi

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

15 Feb 2024 07:30

Thumbnail Antisipasi Kenaikan Bahan Pokok, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Intervensi
Aktivitas pedagang di salah satu pasar di Kota Malang (15/2/2024) (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang berupaya melakukan antisipasi terhadap kenaikan bahan pokok di pasaran. Antisipasi tersebut salah satunya dilakukan dengan intervensi dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi turut menanggapi persoalan tersebut. Menurutnya terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Tak hanya faktor cuaca, naiknya permintaan masyarakat juga memberikan dampak yang cukup signifikan.

"Hukum pasar pasti berjalan. Permintaan naik, suplay kurang, pasti harga naik. Bisa juga karena hasil tanam, pasti pengaruh cuaca besar sekali sehingga mempengaruhi panennya. Ya, segera kami adakan operasi pasar," ujar Eko, Kamis (15/2/2024). 

Namun ia akan memastikan bahwa pasokan bahan pokok di Kota Malang masih aman dan terkendali. Untuk itu tak menutup kemungkinan intervensi melalui operasi pasar akan tetap digencarkan.

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Salah satu komoditas yang sempat mengalami kenaikan harga ialah beras. Per Selasa (13/2/2024) untuk harga beras premium eceran menyentuh angka Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per kilogram.

Sebelumnya harga beras tersebut masih berada Rp 13.000 per kilogram. Namun dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga beras premium di pasaran Kota Malang mengarami penurunan yaitu Rp 14.933 per kilogram.

Bahan pokok lain seperti cabai dan tomat mengalami kenaikan harga. Salah satu pedagang di Pasar Klojen yakni Sulistiyani menjelaskan harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan.

Dari harga awal yang semula hanya Rp 26.000 per kilogram, menjadi Rp 45.000. Namun saat harga tersebut mengalami penurunan menjadi Rp 37.000 per kilogram.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Sedangkan untuk cabai merah besar dari Rp 30.000, pada Selasa lalu menjadi Rp 60.000 dan kini kembali naik menjadi Rp 69.667 per kilogramnya.

"Jadi naiknya sampai dua kali lipat. Cabai merah besar juga harganya tidak turun-turun, mungkin sudah sebulan ini. Sedangkan yang cabai rawit sebenarnya sudah turun, tapi beberapa minggu kemarin sempat naik lagi," ungkap Sulis.

Selain itu harga tomat juga menjadi keluhan di kalangan masyarakat sebab mengalami kenaikan harga hingga dua kali lipat darinharga normal. Biasanya harga tomat Rp 10.000 per kilogram namun saat ini mengalami kenaikan hingga Rp 17.833. 

"Padahal tomat banyak dicari, pasangannya sama cabai. Jarang sekali naik kalau tomat, tapi ini sudah sebulan lebih tidak turun. Malah yang turun hanya sayuran seperti kubis, sawi putih dan lainnya. Kalau bawang merah dan bawang putih relatif stabil," ungkap Sulis. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Bandung Atasi Kelangkaan Beras di Toko Swalayan dan Pasar Rakyat

Baca Selanjutnya

Pemungutan Suara Usai, TPS Mulai Kembalikan Logistik Pemilu ke Sekretariat PPK

Tags:

Diskopindag Kota Malang Intervensi Harga Bahan Pokok Harga Bahan Pokok Kota Malang Harga Beras Kota Malang Pasar Kota Malang Kota Malang bahan pokok

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar