Angin Kencang Nelayan Cilacap Enggan Melaut, Pemasukan Berkurang Hingga 50 Persen

Jurnalis: Nani Ekowati
Editor: Dendy Ganda Kusumah

21 Jan 2026 17:34

Thumbnail Angin Kencang Nelayan Cilacap Enggan Melaut, Pemasukan Berkurang Hingga 50 Persen
Keadaan di TPI Kemiren Cilacap tampak sepi akibat nelayan enggan melaut karena cuaca ekstrem. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)

KETIK, CILACAP – Cuaca ekstrem yang memicu angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Laut Selatan membuat nelayan di Pantai Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, enggan melaut. Nelayan tidak berani mengambil risiko jika tetap menerjang gelombang tinggi.

Ketua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kemiren, Sudir, mengatakan bahwa di saat kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini para nelayan di Kemiren tidak berani melaut. Mereka tetap berangkat ke laut, tetapi melihat situasi terlebih dahulu. Apabila dirasa anginnya kencang dan gelombangnya tinggi, maka mereka tidak jadi melaut. Biasanya kondisi ini terjadi pada bulan Januari hingga Februari.

"Kondisi pantai saat ini jelas terlihat ombaknya besar, anginnya kencang. Meski kita butuh makan, namun keselamatan adalah prioritas utama. Saya kira tidak hanya nelayan di Pantai Kemiren saja, namun saya yakin hampir semua nelayan di Cilacap berpikir sama, dalam situasi saat ini tidak berani melaut," ujar Sudir saat ditemui, Rabu, 21 Januari 2026.

Foto Sudir, Ketua TPI Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan Cilacap Selatan. (Foto: Nani Eko/Ketik)Sudir, Ketua TPI Kemiren, Kelurahan Tegalkamulyan Cilacap Selatan. (Foto: Nani Eko/Ketik)

Baca Juga:
PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Sudir menambahkan, dengan kondisi saat ini tentunya penghasilan nelayan berkurang. "Hampir 50 persen berkurangnya, ya mau gimana lagi kita lebih mementingkan keselamatan," pungkasnya.

Lebih lanjut, Sudir mengungkapkan, keadaan TPI di Kemiren sekarang tidak begitu ramai, aktivitas nelayan jadi berkurang.

"Sebagian besar nelayan memanfaatkan masa jeda ini untuk memperbaiki alat tangkap, kapal, serta perlengkapan lainnya. Ada pula yang beralih sementara menjadi tukang kuli bangunan," terangnya.

Sementara itu, tidak hanya penghasilan nelayan yang menurun drastis, Sudir menyampaikan bahwa hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan harga karena hasil tangkap nelayan menurun. Kelangkaan ikan juga terdapat di pasar dan di TPI.

Baca Juga:
Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

Ia menjelaskan harga ikan lumadang naik dari Rp27 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, sementara ikan kembung dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu.

Ikan jahan kini dijual Rp25 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp20 ribu, sedangkan ikan salmon naik dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Kenaikan paling terasa terjadi pada cumi-cumi yang melonjak dari Rp25 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram akibat pasokan yang semakin terbatas.

Selanjutnya, layur kecil dipasarkan Rp20 ribu per kilogram, layur besar Rp35 ribu per kilogram, dan ikan dang naik menjadi Rp75 ribu per kilogram.

"Meski kondisi seperti ini selalu dialami nelayan setiap tahunnya, tapi kita tetap merasa prihatin di masa-masa paceklik karena kondisi alam," tandas Sudir. (*)

Baca Sebelumnya

Perkuat Tata Kelola, RSUD dr. Darsono Pacitan Bedah Perbup Pengadaan Barang Jasa BLUD

Baca Selanjutnya

Saksi Ungkap Arahan Sri Purnomo Soal Dana Hibah Pariwisata untuk Pemenangan Pilkada Sleman

Tags:

Cilacap cuaca ekstrem TPI Kemiren

Berita lainnya oleh Nani Ekowati

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

12 April 2026 22:29

PKBM Annisa Cilacap Gelar TKA Gratis, Ijazah Kesetaraan Bisa untuk Daftar TNI dan Polri hingga Perguruan Tinggi

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

11 April 2026 23:56

Incar Kursi Ketua DPRD, 65 Persen Pengurus Golkar Cilacap dari Generasi Muda

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

11 April 2026 08:49

Wujud Komitmen PDIP Cilacap Peduli, Gelar Pengobatan dan Pemberian Makan Gratis

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

8 April 2026 20:08

KPU Usulkan Tambah Jumlah Dapil di Cilacap untuk Pemilu 2029

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

4 April 2026 21:22

Wakil Ketua DPRD Cilacap Suyatno Desak Pemilik Rita Pasaraya Bertanggung Jawab kepada Korban Kebakaran

Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

4 April 2026 06:40

Solusi Pemangkasan Dana Transfer ke Cilacap, Sindy Syakir: Tarik Investor Bukan Menaikkan Pajak Warga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar