Aktivis Lingkungan Chaidir Iswanaji: Klitih Jadikan Malam di Sleman Mencekam dan Meresahkan

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

18 Jun 2024 03:05

Thumbnail Aktivis Lingkungan Chaidir Iswanaji: Klitih Jadikan Malam di Sleman Mencekam dan Meresahkan
Dosen di Universitas Tidar (Untidar) dan aktivis kepedulian lingkungan Chaidir Iswanaji. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Hari ini di Sleman banyak kabar remaja atau usia pelajar di waktu luangnya ingin melukai korban secara fisik tanpa ada alasan yang jelas. Kerap kali dalihnya sebagai ajang balas dendam atau rasa tidak suka dengan kelompok atau individu tertentu.

Karena itu, masyarakat Sleman yang hendak pulang kerja atau mereka yang ingin naik motor sekedar mencari sejuknya malam di Sleman kini sering merasa tidak nyaman dan merasa mencekam.

"Klitih jelas sebuah fenomena kejahatan bukan kreativitas anak masa kini. Kalau kreatif tentu pedang, parang dan sajam lainnya mending diarahkan untuk kerja bakti, membantu kegiatan Idul Adha seperti saat ini. Atau mengeluti dunia persilatan atau seni beladiri. Itu baru kreatif!," sebut Chaidir Iswanaji, Selasa (18/6/2024).

Kembali, Dosen Universitas Tidar (Untidar) Magelang yang selama ini dikenal memiliki kepedulian lingkungan ini menegaskan, sudah jelas klitih merupakan kenakalan remaja yang mengarah kepada kriminalitas.

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

"Benar, memang kalau arti nglitih itu artinya jalan-jalan santai di malam hari. Tapi kini kalau ada sekumpulan remaja nglitih di atas jam 22.00 WIB atau malah sebelumnya, masyarakat akan menyebutnya sebuah kejahatan jalanan (street crime)  dan perlu diwaspadai," terang warga Sleman ini.

Menurutnya kegiatan sekelompok orang berkeliling berboncengan serta konvoi ini mencari pelajar atau masyarakat umum yang dianggap sebagai musuh.

Lalu ini tanggungjawab siapa? Orang tuakah, masyarakat, tetangganya-kah, gurunya atau siapa?

Klitih sekarang sudah bergeser tidak sekadar usaha mencari musuh untuk pamer, tetapi harus menyerang dan melukai korban kalau mau diakui sebagai anggota genk.

Baca Juga:
Sidang Pembunuhan di PN Palembang, Istri Korban Ungkap Detik-Detik Joko Samara Ditemukan Tak Bernyawa

Kembali, Chaidir Iswanaji mengajak masyarakat untuk menengok sejumlah kejadian sebelumnya di wilayah Sleman.

Ia sebutkan, kejadian klitih di Kalitirto Berbah Sleman 16 April 2023 di jalan Godean, Kemusuk. Kemudian 23 Maret 2024, pembacokan membabi buta sabetkan sajam di Ringroad utara Condong Catur Depok Sleman. Juga pada 22 Januari 2024, pembacokan 2 korban di Tirtomartani Kalasan Sleman.

Kejadian lain pada 3 Maret 2024 yakni ancaman pangguna jalan di Kebon Agung Tridadi Sleman pukul 01.00 WIB dengan keluarkan clurit. 

Nah, dari semua kejadian di atas, Chaidir berpesan mari bersama-sama berupaya menghentikan aktivitas meresahkan itu.

Dengan cara menjaga lingkungan antar rukun tetangga, misalnya dengan saling menahan anak usia pelajar keluar malam di atas jam 22.00 WIB.

Juga pembinaan pemuda melalui masjid-masjid dan tempat ibadah lainnya. Pastinya pemerintah mesti lebih intensif melakukan pencegahan dengan perlakuan patroli jam malam dengan penyusuran rutin ke titik-titik rawan jalan sepi.

Di samping itu, upaya edukasi usia pelajar di luar jam sekolah perlu diperbanyak misalkan ektra kurikuler seni beladiri, olahraga sepakbola volly dan lainnya yang sejatinya mengalihkan energi berlebih.

Itu agar sudah lelah sepulang sekolah dan waktunya habis untuk mengerjakan PR dan tidur malam.

"Semoga dengan pembinaan pemuda semua masyarakat Sleman kembali nyaman dan jauh dari masalah kerawanan lingkungan. Sehingga kegiatan klitih, genk motor, miras dan kenakalan remaja lainnya perlahan bisa terantisipasi dan aman kembali," ucapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Yuk, Healing ke Pantai Watu Karung, Raja Ampatnya Pacitan!

Baca Selanjutnya

Dokter Hewan Disnakkan Situbondo Tidak Temukan Penyakit pada Daging Kurban

Tags:

Kabupaten Sleman Chaidir Iswanaji Universitas Tidar Warga Sleman Klitih Kriminalitas Kejahatan Jalanan meRESAHkan Pemkab Sleman Dinas DP3AP2KB Sleman Polres Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar