KETIK, PASURUAN – Jalur Pantura Pasuruan mengalami kelumpuhan total setelah ratusan warga memblokade jalan di depan Markas Komando Latihan Marinir (Mako Kolatmar) Grati, Kabupaten Pasuruan, Kamis, 23 Juli 2026. Aksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB itu memicu antrean kendaraan yang diperkirakan mengular hingga belasan kilometer.

Blokade jalan menghentikan arus kendaraan dari dua arah, baik jalur Probolinggo menuju Pasuruan maupun sebaliknya. Dampaknya, kemacetan meluas hingga mencapai wilayah perbatasan Kecamatan Nguling.

Salah seorang petugas kepolisian yang bertugas di lokasi menyebut kondisi lalu lintas benar-benar tidak bergerak selama aksi berlangsung.

"Saat ini dua arah dari Probolinggo ke Pasuruan dan sebaliknya masih lumpuh total," ujar petugas Satlantas Polres Pasuruan Kota.

Kemacetan didominasi kendaraan angkutan barang, terutama truk-truk besar yang memilih berhenti di sepanjang jalur Pantura daripada mencari rute alternatif.

Baca Juga:
Ratusan Massa Blokir Jalur Pantura Grati, Protes Insiden Peluru Nyasar

Untuk mengurangi kepadatan, Satlantas Polres Pasuruan Kota menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan roda empat, bus, dan kendaraan berat ke Jalan Tol Trans Jawa. Penutupan jalur membuat ruas jalan dari Simpang Tiga Ngopak ke arah timur hingga Simpang Tiga Semambung tidak dapat dilalui kendaraan.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Amrullah Setiawan menjelaskan kendaraan diarahkan menggunakan jalan tol tanpa keluar melalui Gerbang Tol Grati.

"Kendaraan yang turun di exit tol Grati, diarahkan balik kanan untuk masuk tol lagi. Dan jalan di simpang 3 Ngopak dari arah Surabaya menuju ke Probolinggo diarahkan putar balik untuk masuk tol didalam kota atau Tol Sutojayan," terang AKP Amrullah Setiawan saat dihubungi.

Situasi lalu lintas mulai berangsur pulih setelah massa mengakhiri aksi sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah blokade dibuka, kendaraan kembali melintas di Jalur Pantura Pasuruan meski antrean kendaraan masih membutuhkan waktu untuk terurai.

Baca Juga:
Pantura Terancam Macet Total, Bupati Bondowoso Minta Menteri PU Buka Tol Prosiwangi

Diketahui, aksi pemblokiran jalan dilakukan warga dari 10 desa yang selama ini terlibat konflik lahan dengan pihak Marinir. Massa turun ke jalan sebagai bentuk protes menyusul insiden peluru nyasar yang mengenai rumah warga dan dinilai mengancam keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar Mako Kolatmar Grati. (*)