Akselerasi Durian Jadi Komoditas Strategis, FP UB Resmikan Kelompok Kajian Durian Nusantara

Editor: Fisca Tanjung

17 Feb 2026 14:53

Thumbnail Akselerasi Durian Jadi Komoditas Strategis, FP UB Resmikan Kelompok Kajian Durian Nusantara
Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Pertanian (FP) resmi meluncurkan Kelompok Kajian Durian (KKD) dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk KenDuren, Jumat, 13 Februari 2026. (Foto: Humas FP UB)

KETIK, MALANG – Upaya menjadikan durian sebagai komoditas unggulan nasional mulai diseriusi kalangan akademisi. 

Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Pertanian (FP) resmi meluncurkan Kelompok Kajian Durian (KKD) dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk KenDuren.

Langkah ini menjadi bagian dari visi Fakultas Pertanian UB sebagai Centre of Learn Agriculture yang terus mendorong inovasi di sektor pertanian strategis. Bukan sekadar diskusi, forum ini digadang-gadang sebagai pijakan awal menyusun peta jalan pengembangan durian Nusantara berbasis riset, teknologi, dan kolaborasi multipihak.

Kelompok Kajian Durian diresmikan langsung oleh Dekan FP UB, Prof Mangku Purnomo, PhD. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa durian Indonesia memiliki potensi besar, namun belum dikelola secara maksimal.

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

"Durian ini butuh dukungan salah satunya pengelolaan kelembagaan agar menjadi seperti komoditas sawit sehingga dapat mensejahterakan petani dan menjadi komoditas andalan nasional," kata Mangku, Jumat, 13 Februari 2026.

Menurutnya, tanpa sentuhan teknologi dan tata kelola kelembagaan yang kuat, durian sulit bersaing dan naik kelas menjadi komoditas strategis seperti sawit. Karena itu, ia mendukung penuh pembentukan KKD sebagai ruang kolaborasi.

"KenDuren ini diharapkan dapat menjadi wadah sinergi antara peneliti FP UB, pecinta durian, kelompok tani hingga pemegang kebijakan yakni pemerintah," lanjutnya.

Peresmian tersebut turut dihadiri para wakil dekan, Ketua Departemen Budidaya Dr.agr. Nunun Barunawati, SP.MP, perwakilan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asosiasi Kebun Durian Indonesia (ASKINDO), akademisi dari Universitas Negeri Semarang dan Politeknik Negeri Jember, petani durian unggul, pecinta durian, hingga mahasiswa.

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Dalam sesi FGD, Affandi dari Pusat Hortikultura BRIN menyoroti pentingnya eksplorasi genetik dalam pengembangan durian nasional. Ia menilai jumlah peneliti yang fokus pada durian masih belum sebanding dengan kekayaan varietas yang dimiliki Indonesia.

Senada dengan itu, Dr. Ir. Mohammad Reza Tirtawinata dari Yayasan Durian Nusantara memaparkan bahwa Indonesia merupakan pemilik genotip durian terbesar di dunia. Potensi ini dinilai belum sepenuhnya dimanfaatkan secara ilmiah dan terstruktur.

Reza juga mengungkapkan fakta menarik bahwa 80 persen pengembang durian saat ini bukan berasal dari alumni fakultas pertanian. Hal tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting bagi dunia akademik agar lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan.

FGD KenDuren dibagi dalam beberapa sesi tematik. Sesi kedua membahas peluang agrowisata durian, kesesuaian agroklimat, hingga pengolahan pasca panen menjadi produk turunan bernilai tambah.

Isu pasca panen dinilai krusial karena selama ini durian masih banyak dijual dalam bentuk segar. Padahal, diversifikasi produk olahan bisa memperluas pasar, termasuk peluang ekspor.

Dukungan terhadap pembentukan KKD juga datang dari Prof Dr Ir Didik Haryono, Dosen Departemen Budidaya Pertanian sekaligus Ketua Kajian Durian FP UB. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar riset durian berjalan sesuai peta jalan yang matang.

Menurutnya, kolaborasi antara kampus, pengusaha, pemerintah, petani, dan asosiasi menjadi kunci agar penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar terimplementasi di lapangan.

Komitmen kolaborasi juga ditegaskan oleh Wakil Ketua ASKINDO, Ir. Thomas Haryanto Sumitaro. Ia menyatakan kesiapan asosiasi untuk membuka akses kebun anggota sebagai laboratorium lapangan bagi peneliti dan mahasiswa.

"ASKINDO menyambut dengan gembira kelompok kajian durian FP UB ini dan siap menyediakan kebun anggota sebagai lokasi riset," kata Thomas.

Langkah ini diharapkan mempercepat transfer teknologi dan inovasi dari kampus ke petani, sekaligus memperkuat basis data ilmiah durian Nusantara.

Melalui KenDuren, Fakultas Pertanian UB ingin menggeser paradigma bahwa durian bukan sekadar buah musiman dengan harga fantastis, melainkan komoditas strategis nasional yang memiliki daya saing global.

Jika pengelolaan genetik, agroklimat, pasca panen, hingga kelembagaan dapat terintegrasi, durian Indonesia berpotensi menjadi produk ekspor unggulan. Bahkan, Indonesia bisa menjadi rujukan riset durian dunia.

Peluncuran Kelompok Kajian Durian ini menjadi titik awal konsolidasi keilmuan dan praktik lapangan. Harapannya, durian Nusantara tak hanya harum di pasar lokal, tetapi juga mampu menguasai pasar internasional dengan basis riset yang kuat dan kolaborasi yang solid. (*)

Baca Sebelumnya

Motor dan Mobil Bergantian Tabrak Pejalan Kaki di Palembang, Polisi Kejar Pengemudi

Baca Selanjutnya

Tinjau Kesiapan Perayaan Imlek 2577 Kongzli, Pemkab Asahan Pastikan Ibadah Berjalan Lancar

Tags:

FP UB Fakultas Pertanian UB Universitas Brawijaya durian KenDuren Dekan FP UB Prof Mangku Purnomo ASKINDO BRIN Yayasan Durian Nusantara

Berita lainnya oleh Fisca Tanjung

Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

11 April 2026 17:07

Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

Ratusan Siswa MAN 2 Kota Malang Studi ke Senayan, Anggota DPR RI Cak Udin Kuatkan Edukasi Politik Kebangsaan

9 April 2026 19:56

Ratusan Siswa MAN 2 Kota Malang Studi ke Senayan, Anggota DPR RI Cak Udin Kuatkan Edukasi Politik Kebangsaan

Bukan Formalitas! Pengurus GAPEMBI Jatim Wajib Punya Dapur MBG dan Terdaftar di KADIN

9 April 2026 09:44

Bukan Formalitas! Pengurus GAPEMBI Jatim Wajib Punya Dapur MBG dan Terdaftar di KADIN

Tak Main-main, GAPEMBI Jatim Terapkan Standar Ketat untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

9 April 2026 09:33

Tak Main-main, GAPEMBI Jatim Terapkan Standar Ketat untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

Daftar Lengkap Pengurus GAPEMBI Pusat hingga Daerah, Siap Kawal Program Gizi Nasional

6 April 2026 20:15

Daftar Lengkap Pengurus GAPEMBI Pusat hingga Daerah, Siap Kawal Program Gizi Nasional

Mengenal GAPEMBI: Wadah Pengusaha Makanan Bergizi, Penggerak Kesehatan dan Ekonomi Nasional

6 April 2026 19:49

Mengenal GAPEMBI: Wadah Pengusaha Makanan Bergizi, Penggerak Kesehatan dan Ekonomi Nasional

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar