KETIK, MALANG – Suka cita terasa saat para jemaah haji kembali ke Kota Malang. Dengan wajah penuh kebahagiaan, kerinduan mereka terhadap keluarga dan Bumi Arema akhirnya terobati.

Pada Kamis (4/6/2026), rombongan jemaah haji Kloter 11, 12, dan 13 asal Kota Malang tiba di Lapangan Ki-Angmor Rampal. Salah satunya adalah Rofiqoh, jemaah haji Kloter 12 asal Kelurahan Merjosari.

Rofiqoh mengaku bersyukur karena seluruh jemaah dalam rombongannya dapat kembali dengan selamat tanpa kendala berarti, meski sempat terjadi keterlambatan pada salah satu bus pengangkut jemaah.

"Alhamdulillah, kalau kloter kami semuanya lancar. Perjalanan juga lancar, tidak ada hambatan. Hanya bus 10 yang tadi mengalami kendala sehingga sedikit terlambat. Namun, secara keseluruhan semuanya aman. Saya tergabung di Kloter 12, Rombongan 7," ujarnya.

Ia menilai pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci semakin baik dari tahun ke tahun. Meski demikian, kondisi di Mina masih menjadi tantangan tersendiri karena padatnya jemaah yang melaksanakan lempar jumrah.

Baca Juga:
Risiko PMK Jadi Alasan Daging Dam Jemaah Haji Dialihkan ke Palestina

"Pelayanannya lebih baik. Hanya saja, kondisi di Mina masih sama karena kapasitasnya harus menampung jemaah dalam jumlah sangat besar. Namun kami tetap bersyukur dan menikmati seluruh rangkaian ibadah karena semuanya berjalan lancar," katanya.

Meski baru pertama kali menunaikan ibadah haji, Rofiqoh mengaku telah banyak mendengar cerita mengenai kondisi di Tanah Suci dari para jemaah yang berangkat pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga menceritakan pengalamannya mendampingi sang ayah yang telah lanjut usia selama menjalankan ibadah haji.

"Saya berangkat bersama Bapak yang memang sudah lansia. Di sana, jemaah yang kondisi kesehatannya kurang baik dipersilakan beristirahat lebih dahulu di Asrama Haji Sukolilo. Setelah kondisinya membaik, mereka kemudian dipulangkan," tuturnya.

Baca Juga:
352 Jamaah Haji Kabupaten Tegal Tiba, Dua Jamaah Masih Dirawat di Arab Saudi

Di balik kebahagiaan kepulangan jemaah, Rofiqoh mengaku turut berduka atas wafatnya dua jemaah haji asal Kota Malang saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

"Iya, keduanya satu pesawat dengan kami. Yang pertama dari KBIHU RSIA, sedangkan yang kedua dari Armina. Jemaah dari KBIHU RSIA meninggal dunia di pesawat, sementara satu jemaah lainnya meninggal setelah tiba di Sukolilo. Keduanya berasal dari Kota Malang," pungkasnya.