Plastik Masih Mahal, Pemkot Batu Dorong Panitia Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

30 April 2026 13:14 30 Apr 2026 13:14

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Plastik Masih Mahal, Pemkot Batu Dorong Panitia Kurban Pakai Kemasan Ramah Lingkungan

Heli Suyanto, Plt Wali Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Harga plastik yang masih mahal menjadi perhatian Pemerintah Kota Batu menjelang Hari Raya Iduladha. Pembagian daging kurban diarahkan menggunakan kemasan alternatif seperti besek bambu, daun pisang, atau sistem bawa wadah sendiri.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai sekaligus mendorong penggunaan wadah yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, panitia kurban dapat memanfaatkan kemasan tradisional seperti besek bambu, daun pisang, maupun daun jati sebagai pengganti kantong plastik. 

Selain lebih ekonomis, bahan alami tersebut dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas daging karena memiliki sirkulasi udara yang cukup baik.

“Dengan harga plastik yang naik, ini saat yang tepat beralih ke wadah alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Besek bambu atau daun juga bisa membantu menjaga kesegaran daging,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.

Selain itu, Ia juga mendorong gerakan membawa wadah sendiri bagi masyarakat penerima daging kurban.

Warga diimbau datang membawa tempat makanan, wadah tertutup, atau panci kecil saat mengambil daging sesuai kupon yang dibagikan panitia.

“Langkah ini cukup efektif menekan biaya operasional panitia sekaligus mengurangi sampah plastik di lingkungan,” kata Mas Heli, sapaan akrabnya.

Mas Heli juga mengingatkan panitia agar tidak menggunakan plastik hitam daur ulang untuk membungkus daging kurban.

Menurutnya, plastik jenis tersebut berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya jika bersentuhan langsung dengan makanan.

“Jika memang harus memakai plastik, gunakan plastik bening atau kemasan food grade yang lebih aman untuk makanan,” tegasnya.

Mas Heli menambahkan, efisiensi anggaran pengadaan plastik dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, seperti kebersihan lokasi penyembelihan, distribusi daging, hingga kebutuhan operasional panitia.

Meski demikian, ia menekankan aspek kebersihan dan higienitas tetap menjadi prioritas utama dalam proses pengemasan.

Wadah apa pun yang digunakan harus dipastikan bersih dan kering agar daging yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.

“Apapun media pengemasannya, yang terpenting bersih, aman, dan daging diterima masyarakat dalam kondisi baik,” tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Daging Kurban Heli Suyanto Kemasan Ramah Lingkungan Berita Kota Batu Info Kota Batu IdulAdha Iduladha 2026 Kota Batu