8 Penyelenggara Pemilu di Jatim Meninggal Dunia, KPU Alokasikan Santunan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

16 Feb 2024 09:09

Thumbnail 8 Penyelenggara Pemilu di Jatim Meninggal Dunia, KPU Alokasikan Santunan
Komisioner KPU Jawa Timur, Rochani saat mengunjungi rumah duka KPPS di Kota Malang yang meninggal dunia. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Rochani menyebutkan sebanyak 8 orang penyelenggara Pemilu 2024 di Jawa Timur meninggal dunia hingga Jumat (16/2/2024).

Rochani menjelaskan KPU telah memiliki skema alokasi santunan kepada keluarga mendiang. Saat ini masih dilakukan verifikasi terkait kepesertaan BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan dari masing-masing petugas yang telah berpulang.

Hal tersebut disampaikan Rochani ketika takziah di kediaman Sigit Widodo, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Malang yang meninggal dunia. 

"Kami di KPU Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang ada mekanisme terkait dengan kecelakaan kerja yang terjadi kepada penyelenggara, baik sakit maupun meninggal dunia," ujar Rochani pada Jumat (16/2/2024).

Baca Juga:
Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

"Tinggal melakukan verifikasi kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan atau Kesehatan. Perlu komunikasi dengan Pemda karena tidak boleh ada duplikasi penyaluran santunan dari APBN," sambungnya.

Bantuan tersebut akan disalurkan dalam bentuk santunan. Untuk santunan kematian, besaran yang diberikan sekitar Rp 36 juta, sedangkan untuk kecelakaan kerja lainnya telah memiliki besaran sesuai kategori masing-masing. 

"Kalau sesuai keputusan KPU, kami hanya boleh memberikan dalam bentuk santunan, tidak boleh mengalokasikan premi asuransi. Santunan untuk kematian besarnya Rp 36 juta, untuk kecelakaan kerja yang lain nanti ada kategorinya masing-masing," lanjut Rochani.

"Makanya kami nanti akan mengonfirmasi apakah yang bersangkutan ini ada kepesertaan di asuransi yang lain, non APBN atau APBN," jelasnya. 

Baca Juga:
Apresiasi Prestasi LKS Jatim 2026! Kadisdik Aries Beri Penghargaan Peraih Medali dari Malang dan Kota Batu

Menurutnya, dibandingkan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019, terjadi penurunan angka kecelakaan kerja di Jawa Timur. Pada Pemilu 2019, terdapat 87 anggota penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia. 

"Sampai tadi malam, data yang masuk ke kami ada 8 orang penyelenggara pemilu meninggal di seluruh Jawa Timur dan angka ini jauh berbeda dibandingkan tahun 2019. Jadi ada dari Linmas, KPPS, bahkan saksi parpol dan pemilih juga ada yang meninggal di hari H pemungutan suara," jelasnya. 

Rochani mengaku pemeriksaan kesehatan telah dilakukan secara ketat pada seleksi pembentukan badan Ad Hoc termasuk petugas KPPS. Terlebih tahun ini terdapat tiga parameter kesehatan yang dicantumkan yaitu tekanan darah, gula darah, dan kolesterol. 

"Ini tentunya berdasarkan rekomendasi dari Kemenkes dan Komnas HAM mengingat evaluasi di Pemilu 2019 lalu. Jadi sudah dilakukan sebagai bahan untuk mengeliminasi penyelenggara yang memiliki komorbid, tanpa mengurangi rasa hormat kepada teman-teman atas semangatnya," tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

Ada Lowongan Perawat di RS Bintaro, yang Berpengalaman Segera Merapat

Baca Selanjutnya

Lebih Separuh Wajah Baru Hiasi Kursi DPRD Kota Pagaralam 2024-2029

Tags:

Pemeriksaan Kesehatan Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia KPPS Meninggal Dunia KPU Jawa Timur pemilu 2024 Meninggal dunia Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Dokumen Bangunan Tak Sesuai, Pemkot Malang Endus Masalah PSU di De Cassablanca Residence

16 April 2026 20:36

Dokumen Bangunan Tak Sesuai, Pemkot Malang Endus Masalah PSU di De Cassablanca Residence

Tiga Nakes RSSA Malang Kawal Jemaah Haji, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lansia

16 April 2026 20:23

Tiga Nakes RSSA Malang Kawal Jemaah Haji, Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Lansia

Suka Cita Aksi Donor Darah di Lapas Perempuan Malang, Lampaui Target 50 Kantong

16 April 2026 19:44

Suka Cita Aksi Donor Darah di Lapas Perempuan Malang, Lampaui Target 50 Kantong

DLH Kota Malang Inventarisir Aset Pemkot untuk Tambah TPS Baru

16 April 2026 19:16

DLH Kota Malang Inventarisir Aset Pemkot untuk Tambah TPS Baru

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

16 April 2026 18:38

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

16 April 2026 18:27

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H