79 Buceng Tersaji di Kalikuning Pacitan untuk Tutup Momen Kemerdekaan

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Mustopa

1 Sep 2024 08:15

Thumbnail 79 Buceng Tersaji di Kalikuning Pacitan untuk Tutup Momen Kemerdekaan
Buceng atau nasi kuning yang sebanyak 79 porsi menjadi simbol umur kemerdekaan Republik Indonesia. Buceng-buceng tersebut dibuat secara gotong royong oleh masyarakat Desa Kalikuning sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, 31 Agustus 2024. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Malam terakhir di bulan Agustus 2024 diwarnai dengan kegiatan budaya yang penuh makna di Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Bertajuk "Umbul Dongo", acara ini menjadi puncak penutupan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di desa tersebut.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu malam, 31 Agustus 2023 ini, diisi dengan prosesi persembahan 79 buceng, serta pagelaran wayang kulit yang mengangkat lakon "Angkoro Sirno" oleh Ki Dalang Patri.

79 Buceng sebagai Simbol Usia Kemerdekaan

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Prosesi Umbul Dongo ini dimulai dengan arak-arakan 79 buceng, yang merupakan simbol dari usia  Republik Indonesia yang ke-79 di tahun 2024. Buceng-buceng tersebut dibuat masyarakat Desa Kalikuning secara gotong royong, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih selama ini.

Kepala Desa Kalikuning, Agung Pambudi, dalam sambutannya menyatakan bahwa acara "Umbul Dongo" dengan 79 buceng ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga sarat akan makna spiritual dan harapan bagi seluruh warga desa.

"Buceng ini melambangkan umur kemerdekaan Indonesia yang ke-79. Semoga dengan prosesi ini, kita senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa," ujar Agung Pambudi.

Kegiatan ini juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat Desa Kalikuning untuk terus menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, selaras dengan semangat perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Pagelaran wayang kulit yang mengangkat lakon "Angkoro Sirno" oleh Ki Dalang Patri. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Pagelaran Wayang Kulit "Angkoro Sirno"

Setelah prosesi "Umbul Dongo", acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan Ki Dalang Patri, seorang dalang yang sudah terkenal di wilayah Jawa Timur. Lakon yang dibawakan "Angkoro Sirno", sebuah cerita yang sarat akan pesan moral.

Dalam kisah "Angkoro Sirno", digambarkan bagaimana nafsu kejahatan dan tindakan buruk dapat menyebabkan kehancuran, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat.

Ki Dalang Patri menjelaskan bahwa lakon ini dipilih untuk menggambarkan pentingnya mengendalikan diri dari hawa nafsu dan kejahatan.

"Nafsu kejahatan, tindakan yang tidak baik, atau hal-hal buruk harus kita hilangkan alias lenyapkan, agar kehidupan masyarakat menjadi sejuk, nyaman, dan tentram," ungkapnya di tengah-tengah pertunjukan.

Ki Dalang Patri, melalui cerita yang disampaikannya, mengajak seluruh warga untuk selalu introspeksi dan memperbaiki diri. Ia menekankan bahwa hanya dengan mengalahkan nafsu buruk, masyarakat dapat hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan.

Antusias Warga di Puncak Bulan Kemerdekaan 

Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga Desa Kalikuning dan sekitarnya. Meskipun berada di pelosok, acara ini berhasil menarik perhatian banyak orang, termasuk dari desa-desa tetangga.

Mereka datang untuk menyaksikan langsung prosesi Umbul Dongo dan pagelaran wayang kulit yang sudah menjadi tradisi turun-temurun.

Bagi warga Desa Kalikuning, acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh leluhur.

Mereka berharap, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan budaya bagi generasi berikutnya.

Dengan berakhirnya pagelaran wayang kulit "Angkoro Sirno", berakhirlah pula rangkaian perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia di Desa Kalikuning.

Namun, semangat kemerdekaan dan pesan moral yang terkandung dalam acara tersebut diharapkan akan terus hidup dalam hati setiap warga, menjadi pendorong untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.(*)

Baca Sebelumnya

Vinda Maya Setianingrum dari Unesa Raih Juara Pertama Kompetisi Kartini Humas Indonesia

Baca Selanjutnya

Meriah, Pawai Budaya HUT ke-79 RI di Kampus V Unesa Magetan

Tags:

pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar