352 Kasus TBC Ditemukan di Pacitan hingga Agustus, 20 Orang Meninggal Dunia

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

21 Agt 2025 13:51

Thumbnail 352 Kasus TBC Ditemukan di Pacitan hingga Agustus, 20 Orang Meninggal Dunia
Ilustrasi pasien Leptospirosis yang dirawat di fasilitas kesehatan di Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Pacitan.

Sejak bulan Januari hingga 14 Agustus 2025, tercatat 20 warga meninggal dunia akibat penyakit menular ini.

Secara rinci, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan menunjukkan, cakupan penemuan dan pengobatan TBC baru mencapai 39,22 persen atau 352 kasus.

Dari jumlah tersebut, 94 kasus merupakan TBC anak dengan persentase penemuan 54,27 persen.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Adapun pasien yang memulai pengobatan sebanyak 316 orang (89,77 persen). Sementara pada anak, seluruh kasus atau 100 persen sudah menjalani terapi.

Sedangkan 3.360 orang terduga TBC telah mendapatkan layanan sesuai standar (77,03 persen).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, mengungkapkan bahwa keterlambatan diagnosis menjadi salah satu kendala utama dalam pengendalian TBC.

“Batuk lebih dari dua minggu, keringat dingin malam hari, penurunan berat badan drastis, serta mudah lelah harus diwaspadai. Bila mengalami gejala ini, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan,” jelasnya, Kamis, 21 Agustus 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Selain itu, persoalan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat juga masih menjadi tantangan. Tidak sedikit penderita menghentikan pengobatan sebelum tuntas.

“Jika pengobatan tidak selesai, bakteri bisa aktif kembali bahkan menjadi lebih kebal. Kondisi ini tentu semakin menyulitkan upaya eliminasi TBC,” katanya.

Dinkes Pacitan juga gencar melakukan skrining di lokasi berisiko tinggi, seperti rumah tahanan dan pabrik rokok, serta memberikan terapi pencegahan bagi kontak erat pasien. Namun, tantangan lain adalah masih adanya stigma sosial yang membuat penderita enggan terbuka.

“Masih banyak warga enggan terbuka karena takut mendapat stigma negatif. Padahal sikap demikian justru meningkatkan risiko penularan. Inilah yang harus kita tanggulangi bersama,” tegas Farida.

Ia pun menekankan bahwa TBC bukan penyakit yang tak bisa disembuhkan.

“TBC dapat disembuhkan asalkan pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas. Jangan tunggu kondisi memburuk. Lawan stigma, lindungi diri dan keluarga. Jika muncul gejala, segera lakukan pemeriksaan. Lebih baik waspada sejak dini daripada menyesal kemudian,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Kreativitas PKKMB Unesa 2025, Orkestra Jawa hingga Talkshow Kebangsaan

Baca Selanjutnya

Kolaborasi Lintas Sektor di Bondowoso, Upaya Serius Lindungi Anak dan Perempuan

Tags:

pacitan TBC Pacitan Kasus TBC 2025 Dinas Kesehatan Pacitan Kematian akibat TBC TBC Anak Penemuan Kasus TBC Pengobatan TBC Eliminasi TBC Stigma Sosial TBC Skrining TBC pencegahan TBC Kesehatan Masyarakat Pacitan Penyakit Menular Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar