KETIK, LEBAK – Sebanyak 11 peserta pelatihan vokasi bahasa dan budaya Jepang asal Kabupaten Lebak, Banten, dinyatakan lulus dengan predikat kompeten dan siap mengikuti tahapan selanjutnya untuk magang ke Jepang.

Sementara itu, 11 peserta lainnya masih harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian ulang agar dapat dinyatakan kompeten dan menyusul memperoleh kesempatan yang sama.

Hasil tersebut diketahui saat Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak Dedi Lukman datang langsung ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Wahana Danau Indah, Kota Tangerang, Selasa 20 Oktober 2026.

Dedi hadir didampingi Kepala Bidang Penempatan, Perluasan, dan Pelatihan Tenaga Kerja (P3TK) Disnaker Lebak beserta jajaran. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh Direktur LPK Wahana Danau Indah Lily Njomin.

Dedi Lukman menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan, baik yang sudah dinyatakan lulus maupun yang akan mengikuti ujian ulang.

Baca Juga:
Muammar Adi Prasetya: Anak Berkebutuhan Khusus di Lebak Harus Dapat Pendidikan Berkualitas

"Bagi yang sudah lulus, ini menjadi langkah awal dan semakin siap untuk merebut peluang magang serta berkarier secara profesional di Negeri Sakura. Sementara bagi yang belum, kesempatan ujian ulang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar bisa menyusul dinyatakan kompeten," ujar Dedi Lukman saat dihubungi Ketik.com, Rabu 21 Oktober 2026.

Menurut Dedi, kelulusan ini merupakan tahap keterampilan bahasa Jepang yang seluruh biayanya gratis karena dibiayai APBD Kabupaten Lebak. Selanjutnya, para peserta harus mengikuti pelatihan keterampilan sesuai dengan _job_ yang tersedia.

"Pelatihan keterampilan lanjutan ini dibiayai secara mandiri oleh peserta atau melalui dana talang dari LPK," jelasnya.

Peserta baru dapat bekerja di Jepang setelah dinyatakan lulus di bidang keterampilannya atau _Specified Skilled Worker_ (SSW) dan lolos wawancara dari pihak perusahaan Jepang.

Baca Juga:
DiskominfoSP Lebak Gandeng BPKP, Perkuat Diseminasi Pencegahan Korupsi Lewat Media Sosial

Menurut Dedi, program pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing hingga tingkat internasional.

Ia menilai, penguasaan bahasa asing yang dibarengi pemahaman budaya kerja menjadi kunci utama bagi tenaga kerja muda untuk menembus pasar kerja global yang semakin kompetitif.

"Terima kasih atas kerja keras seluruh peserta dan dedikasi LPK Wahana Danau Indah. Mari terus kita dukung penciptaan SDM Lebak yang unggul, berdaya saing global, dan siap kerja demi mewujudkan cita-cita Lebak RUHAY," kata Dedi.

Selama masa pelatihan, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan berbahasa Jepang, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai budaya kerja dan disiplin industri di Jepang.

Hasil ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi 11 peserta yang akan mengikuti ujian ulang, sekaligus mendorong generasi muda Lebak lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi diri dan berani mengambil peluang di pasar kerja global. (*)