Mentan Amran: Swasembada Jagung Cegah Kejahatan dari Hulu

Editor: Muhammad Faizin

9 Jan 2026 06:05

Thumbnail Mentan Amran: Swasembada Jagung Cegah Kejahatan dari Hulu
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis, 8 Januari 2026. (Humas Kementan)

KETIK, BEKASI – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa upaya pencegahan kejahatan, kemiskinan, dan pengangguran harus dimulai dari hulu, salah satunya melalui penguatan sektor pertanian. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurut Amran, program swasembada jagung tidak boleh dipahami sebatas target produksi. Program ini, kata dia, merupakan instrumen strategis negara untuk menekan persoalan sosial.

“Swasembada jagung menurunkan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi pengangguran. Kalau ini ditekan dari awal, itu sudah menjadi langkah preventif mencegah kejahatan,” kata Amran.

Ia menilai pendekatan tersebut lebih efektif dibanding penanganan kejahatan setelah terjadi. “Kita cegah di hulu, bukan di hilir,” ujarnya.

Baca Juga:
Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Amran menyebut kebijakan percepatan tanam dan penguatan produksi jagung telah menunjukkan hasil. Produksi jagung nasional pada 2025 meningkat signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton, naik 6,44 persen atau sekitar 974 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan produksi ini ditopang oleh peningkatan luas panen menjadi 2,72 juta hektare, tumbuh 6,73 persen secara tahunan.

Amran menyebut surplus produksi membuka peluang ekspor. “Kalau 700 ribu hektare saja dikali lima ton, itu sudah 3,5 juta ton. Kita siap ekspor dan Bulog harus siap menyerap,” katanya.

BPS juga memproyeksikan produksi jagung pada Januari–Februari 2026 mencapai 3,14 juta ton, dengan potensi luas panen sekitar 0,53 juta hektare, menunjukkan tren produksi yang masih menguat.

Baca Juga:
Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

Menurut Amran, kebijakan jagung bukan semata urusan pangan, melainkan bagian dari strategi negara membangun kesejahteraan dan ketertiban sosial.

“Menanam jagung berarti menanam solusi sejak hulu—membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan mencegah kejahatan sebelum tumbuh,” pungkasnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Candaan Prabowo untuk Wamen Sudaryono: Banyak Sekali Kau Ketua Umumnya !

Baca Selanjutnya

BMKG: Cuaca Kota Pangkal Pinang 9 Januari 2026 Diprakirakan Hujan Ringan, Pekalongan Cerah Berawan

Tags:

Menteri Pertanian mentan Amran Sulaiman Swasembada Jagung ketahanan pangan

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

16 April 2026 08:00

Kembangkan Teknologi RFID Tanpa Baterai untuk Pertanian Cerdas, Dosen Unmuh Jember Raih Gelar Doktor di Jepang

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

16 April 2026 06:58

Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

16 April 2026 05:50

Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H