Enam Kampus Turun ke Tosari, Aspikom Jatim Perkuat Branding Pariwisata Lewat KKN Kolaboratif

18 Juli 2026 13:07 18 Jul 2026 13:07

Dafa Wahyu P., Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Enam Kampus Turun ke Tosari, Aspikom Jatim Perkuat Branding Pariwisata Lewat KKN Kolaboratif

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Aspikom Jawa Timur dan Pemerintah Kecamatan Tosari. (Foto: Aspikom Jatim)

KETIK, BATU – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Koordinator Wilayah Jawa Timur bersama enam perguruan tinggi resmi mengawali Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat, 17 Juli 2026.

Program tersebut diharapkan menjadi penggerak promosi destinasi wisata berbasis komunikasi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di kawasan penyangga Gunung Bromo.

Enam perguruan tinggi yang terlibat dalam program ini meliputi Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Darussalam Gontor, STIKOSA Surabaya, Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Universitas Trunojoyo Madura.

Sebanyak 34 mahasiswa diterjunkan untuk melaksanakan KKN selama satu bulan, mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026, di Desa Podokoyo dan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari.

Kegiatan pembukaan berlangsung di Pendopo Kecamatan Tosari dan dihadiri Camat Tosari Bakhtiar Prihatin Bachri, jajaran Muspika, Danramil, para kepala desa, pengurus Aspikom Jawa Timur, ketua program studi dari enam kampus peserta, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.

Camat Tosari Bakhtiar Prihatin Bachri mengatakan wilayah yang berada di lereng Gunung Bromo tersebut memiliki potensi wisata yang besar, namun masih memerlukan penguatan dari sisi pengelolaan dan promosi agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Tosari selama ini dikenal dengan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai Bhinneka Tunggal Ika. Seluruh pemeluk agama hidup berdampingan dengan penuh toleransi. Potensi seperti ini perlu terus dikenalkan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu menghadirkan gagasan baru dalam pengembangan sektor pariwisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kami berharap mahasiswa dan dosen dapat melahirkan ide-ide kreatif untuk mengembangkan pariwisata di Tosari. Ketika sektor wisata berkembang, maka manfaat ekonominya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Aspikom Korwil Jawa Timur, Awang Dharmawan, S.Sos., M.A., menjelaskan KKN kolaboratif menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu komunikasi yang telah dipelajari di bangku kuliah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Selama ini mahasiswa memperoleh teori di kampus. Kini saatnya ilmu tersebut diterapkan secara nyata di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat langsung,” ungkap Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut.

Menurutnya, Aspikom menghadirkan dosen-dosen ilmu komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi pemasaran, digital branding, hingga pengembangan media digital untuk mendukung promosi potensi wisata Tosari.

“Kami berharap program ini tidak berhenti hanya pada pelaksanaan KKN tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” tambahnya.

Awang menilai pengembangan pariwisata membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang dapat berkontribusi melalui inovasi komunikasi, strategi promosi digital, serta penguatan citra destinasi wisata.

Pada kesempatan yang sama, Aspikom Jawa Timur dan Pemerintah Kecamatan Tosari juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang berlaku selama tiga tahun. 

Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan KKN kolaboratif, pelatihan literasi media digital bagi masyarakat, kegiatan sosialisasi, hingga monitoring dan evaluasi program sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain ditandatangani Ketua Aspikom Jawa Timur Awang Dharmawan dan Camat Tosari Bakhtiar Prihatin Bachri, nota kesepahaman tersebut juga melibatkan enam program studi dari perguruan tinggi peserta KKN.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir berbagai program lanjutan yang mampu memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis komunikasi dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Tosari. (*)

Tombol Google News

Tags:

Aspikom Jatim Kecamatan Tosari Gunung Bromo Promosi wisata Kkn Kolaboratif Ilmu Komunikasi