KETIK, BATU – Karang Taruna Kota Batu kembali menggelar Bumi Khayangan Trail Run volume kedua pada 22 November 2026 di kawasan Jalibar, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu.
Ajang ini menghadirkan kategori Fun 5K dan Challenging 12K dengan lintasan yang menyusuri kebun apel, perkebunan warga, hingga hutan pinus di kawasan pegunungan.
Ketua Karang Taruna Kota Batu, Heli Suyanto, mengatakan penyelenggara melakukan penyempurnaan lintasan agar pengalaman peserta saat berlari semakin optimal.
Perbaikan mencakup alur rute, pemandangan alam yang disajikan, hingga sistem navigasi yang dibuat lebih jelas dan aman.
“Penyempurnaan alur lintasan lari agar menyajikan pemandangan lanskap alam yang lebih optimal serta navigasi jalur trail yang lebih jelas dan aman bagi peserta,” ujarnya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta juga akan mendapatkan akses terhadap file GPX resmi untuk kategori 5K dan 12K sebelum pelaksanaan.
Peta digital tersebut dapat digunakan pelari untuk mengenali lintasan, mempelajari elevasi, serta mempersiapkan strategi berlari.
Peningkatan juga dilakukan terhadap fasilitas peserta. Standar race pack, desain jersey performa tinggi, medali finisher eksklusif, serta pengelolaan water station dan tim fotografi resmi menjadi bagian yang disempurnakan pada volume kedua.
“Penguatan manajemen race, mulai dari kick-off hingga penanganan marshals di lapangan, berbasis evaluasi pelaksanaan edisi pertama,” imbuh Mas Heli, sapaannya.
Selain perlombaan lari, Bumi Khayangan Trail Run juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang melibatkan komunitas, pemuda, warga lokal, serta pelaku usaha. Salah satunya melalui Batu Community & Cultural Gathering sebagai ruang kebersamaan dan silaturahmi di area race village.
Penyelenggara juga menyiapkan stan produk lokal dan kuliner khas pegunungan untuk menyambut peserta maupun pengunjung di kawasan start dan finish. Setelah perlombaan, kegiatan dilanjutkan dengan panggung hiburan dan pengundian door prize.
Peserta dan keluarga juga mendapatkan kesempatan menikmati lanskap perkebunan warga serta potensi wisata alam di sekitar lokasi melalui kegiatan wisata agro dan ekowisata.
Dari sisi lintasan, Bumi Khayangan Trail Run menawarkan jalur yang seluruhnya berada di lingkungan alami. Rute melewati kebun apel khas Kota Batu, perkebunan warga, hingga kawasan hutan pinus.
“Lintasan menyusuri kebun apel khas Kota Batu, perkebunan warga, serta hutan pinus sejuk yang tidak didapatkan pada road run perkotaan biasa,” jelas Wakil Wali Kota Batu ini.
Karakter jalur tersebut juga didukung kondisi geografis kawasan. Titik lintasan berada di ketinggian sekitar 1.113 hingga 1.384 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga peserta dapat menikmati suasana pegunungan dengan udara yang lebih segar dan minim polusi.
Bumi Khayangan Trail Run menyediakan dua kategori lomba. The Fun 5K ditujukan bagi peserta yang ingin menjalani rute trail sepanjang 5 kilometer dengan pemandangan kebun dan pegunungan di Jalibar. Biaya pendaftarannya sebesar Rp150.000.
Sementara itu, The Challenging 12K menawarkan rute sepanjang 12 kilometer dengan karakter lintasan yang lebih menantang. Peserta akan melewati kawasan hutan di Oro-oro Ombo dengan pemandangan pegunungan. Biaya pendaftaran kategori ini sebesar Rp175.000.
Mas Heli menyebut pembagian kategori tersebut memberikan pilihan bagi berbagai level pelari, mulai dari pemula dan keluarga melalui Fun 5K hingga pelari yang menginginkan tantangan elevasi melalui Challenging 12K.
“Diselenggarakan oleh Karang Taruna Kota Batu dengan pendekatan keramahan lokal atau local hospitality, menjadikannya lebih dari sekadar perlombaan tetapi juga bentuk dukungan bagi pariwisata daerah,” tuturnya.
Sejumlah fasilitas yang ditawarkan kepada peserta meliputi door prize, jersey eksklusif, spot foto, serta pengalaman berlari di kawasan alam pegunungan.
Informasi dan pendaftaran peserta tersedia melalui situs resmi Bumi Khayangan Trail Run di www.bumikhayangantrailrun.com.
.png)