Berawal dari Eco Enzym, Warga Dadaprejo Kota Batu Kembangkan Jamu Probiotik Berbasis Classic Enzym

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Gumilang

4 Jan 2026 11:01

Headline

Thumbnail Berawal dari Eco Enzym, Warga Dadaprejo Kota Batu Kembangkan Jamu Probiotik Berbasis Classic Enzym
Kusmiati memperlihatkan classic enzym yang sudah difermentasi selama dua tahun. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Berawal dari ketertarikan pada fermentasi eco enzym, Kusmiati, warga Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu, kini mengembangkan jamu probiotik berbahan herbal hasil pembelajaran langsung dari peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang memiliki keahlian di bidang fermentasi.

Ketekunan tersebut mengantarkan Kusmiati mendalami pembuatan classic enzym dan jamu probiotik yang diyakini memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Proses belajar itu bermula saat ia mengikuti kelas eco enzym pada masa pandemi Covid-19.

“Saya awalnya ikut kelas eco enzym, kemudian diajak memperdalam pembuatan classic enzym dan jamu probiotik. Pesertanya terbatas, sekitar 20 orang, bahkan ada yang berasal dari Malaysia,” ujar Kusmiati saat ditemui di kediamannya beberapa waktu yang lalu.

Classic enzym merupakan minuman hasil fermentasi buah-buahan yang dicampur dengan madu dan air. Meski melalui proses fermentasi, minuman ini tetap halal dikonsumsi dan dipercaya berkhasiat bagi tubuh.

Baca Juga:
Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Dalam pelatihan tersebut, Kusmiati juga memperoleh pengetahuan tentang fermentasi probiotik berbahan dasar tempe, yoghurt, dan roti. Berangkat dari kegemarannya meracik jamu secara mandiri, ia kemudian diarahkan untuk mengembangkan minuman probiotik dalam bentuk jamu tradisional.

“Saya terbiasa membuat jamu sendiri dan jarang membeli. Dari pelatihan itu saya baru memahami bahwa meracik jamu memiliki pedoman serta takaran yang harus diperhatikan,” tuturnya.

Setelah memahami materi pelatihan, Kusmiati menyadari bahwa berbagai tanaman di sekitar rumahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar jamu probiotik. Beberapa di antaranya seperti bayam brazil, empon-empon, kunyit, serta beragam tanaman herbal lainnya.

Ia juga mendapatkan wawasan baru terkait pengolahan rempah-rempah. Menurut Kusmiati, bahan jamu tidak dianjurkan untuk diparut karena dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi tubuh.

Baca Juga:
Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

“Jika diparut, kandungan curcuma bisa hilang dan berpotensi menjadi racun. Hal itu yang menyebabkan konsumsi jamu berlebihan sering dikaitkan dengan gangguan ginjal,” jelasnya.

Keunikan jamu probiotik racikan Kusmiati terletak pada penggunaan classic enzym yang telah difermentasi selama dua tahun. Namun hingga kini, produk tersebut belum dipasarkan secara luas lantaran terkendala proses perizinan yang dinilai cukup kompleks.

Saat ini, jamu probiotik buatannya hanya dikonsumsi oleh keluarga dan kerabat terdekat yang telah mempercayai kualitas produk tersebut. Meski demikian, Kusmiati terbuka untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat yang ingin belajar meracik jamu probiotik secara mandiri.

“Saya tidak berfokus untuk berjualan. Kalau ada yang memesan, baru saya buat agar tetap segar. Kalau ada yang ingin belajar membuat jamu sendiri, saya siap berbagi ilmu,” imbuhnya.

Kusmiati meyakini jamu probiotik dapat berfungsi sebagai penunjang daya tahan tubuh karena mengandung bakteri baik yang membantu melawan bakteri jahat. Selain menjaga imunitas, minuman fermentasi ini juga dipercaya berperan dalam mencegah berbagai penyakit. (*)

Baca Sebelumnya

UMP Bali 2026 Resmi Naik 7,04 Persen, Sektor Pariwisata Tembus Rp3,26 Juta

Baca Selanjutnya

Realisasi Retribusi Parkir Dishub Lebak Capai Rp1,55 Miliar hingga Akhir 2025

Tags:

Classic Enzym eco enzym Kota Batu

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Ada Apa? Sudah Pekan Kedua, Pendaftaran Sekda Kota Batu Masih Sepi Peminat

15 April 2026 19:56

Ada Apa? Sudah Pekan Kedua, Pendaftaran Sekda Kota Batu Masih Sepi Peminat

Genjot Sertifikasi Halal, Pemkot Batu Siapkan Ratusan Kuota Bantuan untuk UMKM

15 April 2026 19:18

Genjot Sertifikasi Halal, Pemkot Batu Siapkan Ratusan Kuota Bantuan untuk UMKM

Satresnarkoba Polres Batu Ringkus Pengedar Ekstasi, 40 Butir Jadi Barang Bukti

15 April 2026 16:29

Satresnarkoba Polres Batu Ringkus Pengedar Ekstasi, 40 Butir Jadi Barang Bukti

Banyak yang Nekat Lewat, Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup dengan Barrier dan Dipasang CCTV

15 April 2026 13:45

Banyak yang Nekat Lewat, Jalur Klemuk Kota Batu Ditutup dengan Barrier dan Dipasang CCTV

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

15 April 2026 12:18

Kota Batu Tuan Rumah HLM TP2DD, Dorong Digitalisasi dan Transaksi Non-Tunai

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

14 April 2026 22:03

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H