KETIK, BATU – Polres Batu terus mendalami kasus kematian mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Brawijaya berinisial KHK yang ditemukan di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kota Batu, pada 20 November 2025.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa 49 saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Kasatreskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan, jumlah saksi yang telah diperiksa bertambah dari sebelumnya 46 orang menjadi 49 orang. Selain pemeriksaan terhadap tiga saksi baru, penyidik juga meminta keterangan tambahan dari dua saksi yang sebelumnya telah diperiksa.
“Jadi berkembang dari dulu 46 sekarang sudah 49. Tiga orang saksi baru kami temukan,” ujar AKP Zaenal, Sabtu, 12 September 2026.
Selain menggali keterangan para saksi, polisi juga melakukan pencarian terhadap barang bukti yang hingga saat ini belum ditemukan. Upaya tersebut dilakukan dengan menyisir lokasi di sekitar tempat ditemukannya sepeda motor yang berkaitan dengan korban.
Menurut AKP Zaenal, pencarian tidak hanya ditujukan untuk menemukan barang-barang milik korban, tetapi juga untuk memperoleh kemungkinan adanya petunjuk lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Upaya pencarian barang bukti itu kami lakukan dengan tujuan untuk mencari barang-barang milik korban yang masih belum ditemukan. Dan juga barangkali ada temuan bukti petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa ini,” jelasnya.
Dalam pencarian yang dilakukan pada pekan sebelumnya, polisi menemukan sejumlah barang. Namun, penyidik belum memastikan apakah barang-barang tersebut merupakan milik korban.
“Ada memang temuan beberapa barang, namun itu masih akan kami klarifikasi ya, kami pastikan kepada orang terdekat dari korban ini,” terang AKP Zaenal.
Sementara itu, sejumlah barang milik KHK masih belum ditemukan. Polisi menyebut barang elektronik menjadi salah satu jenis barang yang masih dalam pencarian, selain beberapa barang lainnya.
“Ada beberapa barang yang belum ditemukan, terutama barang elektronik milik korban dan barang lain milik korban yang ada beberapa item barang,” ungkapnya.
AKP Zaenal menegaskan, proses penyidikan masih terus berjalan. Polisi akan melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut, sekaligus melakukan pencarian terhadap barang bukti yang belum ditemukan.
Penyidik juga masih berupaya menemukan saksi lain yang dapat memberikan informasi mengenai kejadian tersebut. Langkah-langkah lanjutan dilakukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan KHK ditemukan meninggal dunia.
“Selain itu kami akan tetap melakukan langkah-langkah penyidikan lanjutan dan penyidikan lain dengan tujuan atau dalam rangka untuk membuat terang peristiwa ini,” tutur AKP Zaenal.
Hingga saat ini, polisi menyatakan belum menemukan keterangan saksi yang mengarah pada titik terang tertentu dalam penyidikan. Meski demikian, proses pendalaman perkara tetap dilakukan untuk membuat peristiwa tersebut menjadi terang.
“Sampai dengan saat ini masih belum, tapi kita tetap akan melakukan upaya penyidikan untuk membuat terang peristiwa ini,” pungkasnya. (*)
