Berhasil Dievakuasi, Bule Rusia Tersangkut Pohon 2 Jam Saat Bermain Paralayang di Kota Batu

26 Agustus 2026 11:39 26 Agt 2026 11:39

Dafa Wahyu P., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Berhasil Dievakuasi, Bule Rusia Tersangkut Pohon 2 Jam Saat Bermain Paralayang di Kota Batu

Proses evakuasi wisatawan asal Rusia yang tersangkut pohon saat bermain paralayang. (Foto: Unit SAR Malang Raya)

KETIK, BATU – Seorang wisatawan asal Rusia, Aleksandr Popov (35), berhasil dievakuasi tim SAR gabungan setelah tersangkut di pohon pinus saat melakukan aktivitas paralayang di kawasan Gunung Banyak, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa, 25 Agustus 2026.

Evakuasi berlangsung selama sekitar dua jam dengan kondisi medan yang minim penerangan.

Aleksandr berhasil diturunkan dari atas pohon pada sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah mencapai bawah, wisatawan tersebut langsung menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan dalam kondisi baik tanpa ditemukan cedera.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit P.H. mengatakan, proses evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari personel BPBD Kota Batu mengenai seorang paraglider asal Rusia yang mengalami masalah hingga tersangkut di pohon.

“Upaya evakuasi dilakukan setelah menerima laporan dari personel BPBD Kota Batu tentang seorang paraglider asal Rusia yang mengalami masalah dan tersangkut di pohon,” ungkapnya, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya kemudian dikerahkan ke lokasi. Tim tersebut melakukan evakuasi bersama personel BPBD Kota Batu, pengelola wisata paralayang, serta warga sekitar.

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan terlebih dahulu melakukan asesmen untuk menentukan metode yang dinilai aman dalam menurunkan korban. Posisi Aleksandr yang berada di atas pohon serta kondisi medan membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati.

Nanang menjelaskan, personel kemudian menyiapkan peralatan vertical rescue untuk menurunkan korban menggunakan metode lowering.

Teknik tersebut dilakukan dengan menurunkan korban secara bertahap dari ketinggian menggunakan sistem tali dan perangkat keselamatan.

“Tim SAR gabungan selanjutnya menyiapkan peralatan vertical rescue guna mengevakuasi korban dengan metode lowering. Dengan metode ini, korban diturunkan bertahap dari ketinggian dengan sistem tali dan perangkat keselamatan,” jelasnya.

Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya Imam Nahrowi mengatakan, proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar dua jam. Tantangan dalam penanganan korban antara lain kondisi area yang minim penerangan serta posisi Aleksandr yang berada di antara pepohonan.

“Proses evakuasi korban berlangsung sekitar dua jam. Setelah berhasil mencapai bawah pada pukul 22.00 WIB, korban menjalani pemeriksaan medis,” kata Imam.

Ia menambahkan, keterbatasan penerangan di kawasan hutan membuat setiap tahapan evakuasi harus dilakukan secara cermat. Tim juga memperhatikan posisi korban yang berada di antara pepohonan untuk mencegah terjadinya cedera selama proses penurunan.

“Minimnya penerangan di area hutan dan posisi korban yang berada di antara pepohonan membuat setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya cidera,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan dan dipastikan dalam kondisi baik, Aleksandr kemudian diserahkan kepada pihak pengelola wisata paralayang dan keluarganya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Setelah dipastikan dalam kondisi baik, Aleksandr diserahkan kepada pihak pengelola wisata paralayang dan pihak keluarganya guna penanganan lebih lanjut,” pungkas Imam.

Tombol Google News

Tags:

Wisatawan Asing Olahraga Paralayang Gunung Banyak Info Kota Batu Berita Kota Batu Aleksandr Popov