71 Tahun Jualan Es Campur di Kota Batu, Mbah Said Ungkap “Jamu Jaran” Rahasia Awet Mudanya

Jurnalis: Dendy Ganda Kusumah
Editor: Gumilang

4 Des 2025 15:25

Thumbnail 71 Tahun Jualan Es Campur di Kota Batu, Mbah Said Ungkap “Jamu Jaran” Rahasia Awet Mudanya
Mbah Said saat melayani pembeli yang membeli es campur buatannya ketika berjualan di gang sebelah Masjid An-Nur, Kota Batu, Kamis, 4 Desember 2025. (Foto: Dendy Ganda Kusumah/ketik.com)

KETIK, BATU – Tangan keriput itu masih sigap menyendok gula, ketan mutiara, juga tape dari toples yang ada di depannya. Bibir Mbah Said (86) tak henti mengguratkan senyum sembari melayani pembeli ketika berjualan di gang sebelah Masjid An-Nur, Kota Batu, Kamis, 4 Desember 2025.

Sesekali ia menyapa dan bercanda dengan para pelanggan yang bergantian mendatangi warungnya. Racikan es campur khas Mbah Said dengan rasa tradisional. Segar dan ringan. Apalagi ditambah tape ketan hitam.

Mbah Said mengaku tak pernah mengganti racikan es campurnya sejak pertama kali berjualan 71 tahun lalu. Ia berjualan es campur saat Kota Batu masih menjadi bagian dari Kabupaten Malang.

"Saya masih ingat pertama berjualan itu 7 Agustus 1954. Waktu itu, usia saya 16 tahun," kata pria berusia 86 tahun ini kepada Ketik.com.

Baca Juga:
Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Mbah Said pun membagi resep tetap kuat berjualan es, mulai pukul 08.00  sampai 21.00 setiap hari. Menurutnya, rahasianya ada di hati dan pikiran.

"Buat saya, yang penting semua disyukuri. Hidup sekadarnya. Ketika ada jangan lupa daratan, ketika kekurangan jangan sampai tidak bersyukur," tuturnya.

"Yang paling penting adalah jamu jaran. Jaga mulut, jaga pikiran," Mbah Said menambahkan.

Mbah Said mengaku jarang berolahraga secara khusus. Namun, tiap hari, ia selalu berjalan kaki dari Jalan Lesti, kediamannya, ke tempatnya berjualan.

Baca Juga:
Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

"Tapi, saya yakin, yang bikin tetap sehat ini adalah jamu jaran, meski sudah nggak bisa lagi makan kacang," ucapnya sembari terkekeh.

Pada 2025 ini, Mbah Said berkesempatan menunaikan ibadah haji. Ia menjadi jamaah haji tertua dari Kota Batu.

"Semua mengkhawatirkan saya. Apalagi, waktu itu, suhu di Arab kan 40 derajat celsius lebih. Tim medis selalu membuntuti saya, takut saya kenapa-kenapa," kisahnya.

Namun, Mbah Said bersyukur diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji. Ia menyelesaikan semua rukun dan tahapan ibadah haji tanpa halangan apa pun.

"Wukuf aman. Thawaf dan sai juga lancar. Alhamdulillah, semua dilancarkan," katanya.

"Padahal, banyak yang lebih muda dan kuat sampai harus diinfus akibat panas," ia menambahkan.

Tak hanya ketika menjalankan ibadah haji, Mbah Said mengaku kehidupan kesehariannya pun berjalan lancar. Saat ini, ia sudah memiliki 7 buyut dari 5 cucunya.

"Yang paling besar, buyut saya ini sudah sekolah SMA. Sementara, yang paling kecil berusia 7 bulan. Alhamdulillah, saya masih bisa menemani mereka," kata Mbah Sahid.

"Saya yakin, ketika kita berpikiran dan berkata baik, Allah akan selalu meridhoi," tandasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Ketua Muhammadiyah Pemalang Desak Polisi Segera Amankan Ayah Tiri Pelaku Rudapaksa di Ulujami

Baca Selanjutnya

Keceriaan Puluhan Anak Panti Asuhan di Lighting Christmas Swiss-Bellin Airport Surabaya

Tags:

GerebekBatu Kota Batu Mbah Said Es Campur Gerebek Batu

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar