KETIK, BANDUNG – Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono terus mendorong kehadiran Polri yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, dua jembatan penting di Kabupaten Bandung berhasil direvitalisasi dan diresmikan untuk mendukung mobilitas warga serta aktivitas perekonomian masyarakat.
Setelah meresmikan revitalisasi Jembatan Leuwikuya di Desa Sadu, Kecamatan Soreang, pada April lalu, Kombes Aldi kembali meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Pamoyanan, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kamis 11 Juni 2026.
Kedua jembatan tersebut memiliki karakter berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat konektivitas masyarakat dan meningkatkan keselamatan pengguna.
Jembatan Leuwikuya merupakan jembatan bersejarah yang dibangun pada 1922 pada masa kolonial Belanda. Setelah direvitalisasi, jembatan tersebut kembali berfungsi sebagai akses penting bagi masyarakat Kecamatan Soreang sekaligus mempertahankan nilai sejarah yang dimilikinya.
Sementara itu, Jembatan Merah Putih Presisi di Cicalengka dibangun untuk memperkuat akses warga yang selama ini membutuhkan sarana penghubung yang lebih aman dan layak.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan pembangunan dan revitalisasi jembatan merupakan bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat di luar tugas pokok pemeliharaan keamanan dan ketertiban.
"Jembatan Merah Putih Presisi ini kami hadirkan sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat mempermudah mobilitas warga, meningkatkan akses perekonomian, memperlancar aktivitas pendidikan, serta mempererat konektivitas antarwilayah," kata Aldi.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial hingga hubungan antarwilayah.
Pada revitalisasi Jembatan Leuwikuya, Aldi juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas publik yang memiliki nilai sejarah sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang harus kita jaga bersama. Dengan revitalisasi ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat berupa akses yang lebih aman, nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar," ujarnya.
Peresmian kedua jembatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, keberadaan jembatan yang lebih layak juga membantu memperlancar aktivitas harian warga dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Bagi Polresta Bandung, revitalisasi Jembatan Leuwikuya dan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menjadi simbol bahwa kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur seperti ini, kami ingin memperkuat kehadiran Polri yang Presisi, humanis, dan selalu dekat dengan masyarakat," kata Aldi.(*)
.png)