KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang bakal mengoptimalkan potensi wisata malam sebagai upaya agar wisatawan makin betah menginap.
Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menjelaskan melalui optimalisasi wisata malam ini diharapkan bisa memperpanjang durasi kunjungan para pelancong.
"Kami menginginkan di Kota Malang ini ada hiburan atau wisata bagi warga di malam hari. Kami sediakan bukan hanya untuk warga Kota Malang tetapi juga untuk wisatawan, baik nusantara maupun luar negeri," ujarnya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Berdasarkan data BPS Kota Malang, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di Kota Malang hanya 1,31 hari per Agustus 2026. Angka tersebut menurun dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 1,38 hari.
Untuk itu, Pemkot Malang berupaya memperkuat sektor pariwisata melalui wisata malam. Selama ini, Kota Malang memiliki beberapa kegiatan unggulan seperti Padang Bulan yang mampu menarik minat wisatawan.
Baca Juga:
Respons Kasus Kekerasan Siswa, Pemkot Malang Gelar Retret 345 Kepala SekolahMelalui Padang Bulan, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati rangkaian kegiatan menarik pada malam hari, mulai dari pertunjukan tari, musik, hingga ragam budaya dan kuliner khas Malangan.
Durasi menginap yang lebih lama diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat, salah satunya mendorong perputaran ekonomi dan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.
"Ketika wisatawan menginap lebih lama di Kota Malang, artinya multiplier effect dari kedatangan wisatawan itu pasti akan berdampak ke kuliner, UMKM, kafe, hotel-restoran juga jalan," sebut Arif.
Baca Juga:
Dampak Kemarau dan Musim Hajatan, Harga Cabai dan Bumbu Dapur di Kota Malang MelonjakPemkot Malang juga akan memetakan dampak ekonomi yang mencakup beberapa sektor. Hasil dari pemetaan akan digunakan untuk melihat dampak dari penyelenggaraan event.
"Konsep serta lokasi event juga harus dipetakan agar event selanjutnya bisa lebih terukur. Ini bisa menjadi barometer ke depannya bagaimana Pemkot Malang membelanjakan anggarannya untuk kemudian mendapatkan impact yang lebih besar dari apa yang dikeluarkan," pungkasnya. (*)